Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Sebut Lukas Enembe Sahabat Lama, Mendagri Tegaskan Tak Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Gubernur Papua

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya tak akan ikut campur dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Lukas Enembe.

(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian - Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya tak akan ikut campur dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Lukas Enembe meski ia mengakui punya hubungan yang baik dengan Lukas. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui memiliki hubungan yang baik dengan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kendati demikian, Tito Karnavian menegaskan bahwa dirinya tak akan ikut campur dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Lukas Enembe.

Tito Karnavian juga menegaskan bahwa kasus yang tengah dihadapi Lukas Enembe tak ada hubungannya dengan Kemendagri.

Baca juga: Minta Kasus Lukas Enembe Tak Dipolitisasi, Mahfud MD: Proses Hukum Harus Tetap Jalan

Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Papua Lukas Enembe.
Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Papua Lukas Enembe. (Dok. Kemendagri)

"Kasus Pak Lukas Enembe sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kemendagri. Saya sampaikan, itu murni," kata Tito saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Tito mengaku memiliki hubungan yang baik dan sudah kenal lama dengan Lukas Enembe.

"Saya juga sudah sampaikan, saya sebetulnya sudah berhubungan baik dengan yang bersangkutan, sahabat saya lama," ujarnya.

Ia pun menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang dihadapi Lukas Enembe.

"Kalau masalah hukum, saya tidak bisa ikut campur," ungkap Tito.

Baca juga: Sebut BPK Sulit Periksa Keuangan Lukas Enembe, Mahfud MD: Bukti-bukti Hukum Cari Jalannya Sendiri

Tito menjelaskan kasus yang menjerat Lukas Enembe merupakan murni temuan dari sistem perbankan.

"Sistem perbankan itu kami sudah cek juga ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), yaitu adanya di dalam rekening yang bersangkutan adanya uang yang tidak sesuai dengan profile dan ini tentu akan mengalert sistem perbankan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved