Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

KPU Papua dan RSUD Dok II Jayapura Terseret di Kasus Gratifikasi Lukas Enembe: Kok Bisa?

Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK0 karena terlibat kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar

Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK0 karena terlibat kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar. Dalam pemanggilan pertama oleh KPK di Mako Brimob Polda Papua, Lukas Enembe tak bisa hadir karena alasan sakit. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK0 karena terlibat kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Dalam pemanggilan pertama oleh KPK di Mako Brimob Polda Papua, Lukas Enembe tak bisa hadir karena alasan sakit.

Alhasil, para kuasa hukumnya yang berhadapan dengan KPK. Namun, KPK tak tinggal diam, lembaga antirasua tersebut bakal memanggil Lukas Enembe untuk kedua kalinya pada, Senin (26/9/2022) mendatang.

Baca juga: Buchtar Tabuni Minta Kelompok ‘Bela Lukas Enembe’ Jangan Korbankan Rakyat

Apabila, dalam pemanggilan kedua nantinya, Lukas Enembe diharapkan dapat hadir tanpa menggunakan alasan sakit sebagai penyebab.

Terkait alasan sakit tersebut, pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel angkat bicara.

 

 

Kata Reza, menurut informasi yang didapatnya, Gubernur Lukas Enembe menurut keterangan dokternya mengalami sakit stroke sejam 2015.

"Coba cek ulang hasil pemeriksaan RSUD Dok II Jayapura tanggal 11 Januari 2018, lalu periksa rekomendasi KPU Papua berdasarkan hasil cek medis LE itu,” kata Reza.

“Kalau LE saat itu sudah diketahui mengalami stroke, apalagi sampai tidak bisa bicara, RSUD dan KPU patut dimintai pertanggungjawabannya," sambung Reza, Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: MAKI Sindir Lukas Enembe: Buka Kasino di Papua daripada ke Luar Negeri!

Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening mengatakan bahwa kliennya membutuhkan pengobatan di luar negeri terkait penyakit yang dideritanya.

Stefanus pun meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.

Permintaan itu disampaikan Stefanus setelah memberikan informasi kondisi kesehatan Enembe ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya atas nama tim hukum Gubernur meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin beliau berobat ke luar negeri dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur," ujar Stefanus saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Kasus Gratifikasi Libatkan Lukas Enembe, Wapres Maruf Amin: Semua Orang Bisa Diproses Hukum!

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved