Kongres Masyarakat Adat

Kearifan Masyarakat Kampung Yokiwa Papua Mencari Ikan Pakai Bukhere untuk Kongres Masyarakat Adat

Sudah enam bulan lalu, kami siapkan Bhukere itu dalam rangka KMAN. Saat Serasehan, kami akan panen untuk konsumsi Peserta

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
TANGKAP IKAN TRADISIONAL - Bukhere atau alat tangkap ikan yang dipasanh oleh masyarakat di Kampung Yokiwa sejak enam lalu, siap di panen pada KMAN VI untuk konsumsi tamu kongres di lokasi sarasehan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Semangat masyarakat adat untuk mempersiapkan penyelanggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-VI (KMAN VI) pada Oktober 2022 dilakukan secara serempak di empat distrik di Kabupaten Jayapura. 

Baca juga: Bupati Jayapura Mathius Awoitauw Ajak Masyarakat Lembah Grime Manfaatkan Kongres Masyarakat Adat

Masyarakat adat di Kampung Yokiwa, mereka siap mendukung konsumsi peserta serasehan dengan membuat sarang ikan atau dalam bahasa Sentani disebut Bhukere.

"Bhukere" atau sarang ikan yang dibuat oleh masyarakat Adat Kampung Yokiwa tersebut, untuk menangkap ikan guna menunjang persediaan ikan bagi peserta sarasehan. 

Tokoh adat Kampung Yokiwa, Arnold Awoitauw mengatakan bahwa ada empat Bhukere yang di sebar di beberpa titik sebagai sarang untuk memancing ikan-ikan asli Danau Sentani seperti Kahebet, Kayou dan jenis ikan lainnya. 

Mewakili Ondofolo Yokiwa, Arnold Awoitauw mengakui, bahwa Bhukere yang dibuat oleh masyarakat ini sejak enam bulan lalu dan selanjutnya akan dipanen pada pelaksanaan serasehan yang akan berlangsung selama dua hari yakni 25-26 Oktober. 

Baca juga: Paguyuban Nusantara Digaet Sukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Jayapura

"Sudah enam bulan lalu, kami siapkan Bhukere itu dalam rangka KMAN. Saat Serasehan, kami akan panen untuk konsumsi Peserta,"katanya di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Minggu (25/9/2022). 

Lanjutnya, Kampung Yokiwa sendiri merupakan 1 dari 12 lokasi serasehan KMAN VI di Wilayah Tabi, sedangkan dua lokasi lainnya di Kota Jayapura.

Sehingga segala persiapan baik fasilitas, rumah warga, rumah adat (Obhe) dan Mandi Cuci Kakus (MCK), serta wisata yang akan dikunjungi telah dilakukan oleh pihak kampung. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved