Vaksin Covid 19 di Kota Jayapura

Stok Vaksin Covid-19 di Kota Jayapura Kosong Hampir Sebulan, Kadinkes: Menunggu Kiriman dari Pusat 

Stok vaksinasi kami memang kosong sudah hampir sebulan ini, dan kami sementara menunggu pasokan dari pusat apabila stok tersedia

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
STOK VAKSIN - Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari saat diwawancarai Tribun-Papua.com, dan menyebutkan stok vaksinasi di ibu kota Provinsi Papua itu masih kosong, Selasa (27/9/2022).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari menyebutkan stok vaksin Covid-19 di Kota Jayapura telah kosong hampir sebulan. Saat ini pihaknya masih menunggu distribusi dari pusat. 

Baca juga: Indonesia Inisiasi Standar Prokes Global dan Penyetaraan Sertifikat Digital Vaksin COVID-19

Hal itu disampaikan Ni Nyoman kepada Tribun-Papua.com di Abepura Selasa (27/9/2022) sebagai respons atas kondisi ketersediaan vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Papua itu. 

"Stok vaksinasi kami memang kosong sudah hampir sebulan ini, dan kami sementara menunggu pasokan dari pusat apabila stok tersedia, maka vaksinasi akan dirutinkan kembali," sebutnya. 

Wanita asal Bali itu mengatakan, stok terakhir vaksin Covid-19 telah digunakan di Yoka dan Tanjung Ria. 

Ditanya soal perkembangan kasus Covid-19 di Kota Jayapura, Ni Nyoman mengimbau agar masyarakat tetap berwaspada, dan jangan lengah. 

Baca juga: Lansia dan Anak-anak, Golongan Penerima Vaksin Covid-19 Paling Rendah di Jayapura

"Pada prinsipnya masyarakat jangan lengah, walaupun kita sudah mengarah ke endemi yang artinya penyakit ini masih ada, tetapi kita yang lebih waspada dengan imunitas tubuh semakin kuat, contohnya kalau batuk jangan tunggu berat, langsung berobat," imbaunya. 

Dirinya juga mengakui bahwasanya dengan capaian vaksinasi Covid-19 yang ada, kini masyarakat telah memiliki kekebalan massal, sehingga keganasan Covid-19 tak seperti dulu lagi. 

Baca juga: Tambah Regimen Booster, Ini 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Digunakan di Indonesia

"Dari sekira 21 kasus aktif kita saat ini juga sebagian besar dirawat di rumah masing-masing, yang ada paling Omicron b4 dan b5, kalau delta sudah tidak terdeteksi," katanya. 

Sekadar diketahui, sesuai data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19, per Kamis, 22 September 2022, nyatanya hanya tersisa 25 kasus aktif saja, dan trennya saat ini terus mengalami penurunan. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved