Kongres Masyarakat Adat
Kongres Masyarakat Adat Nusantara Diharapkan Beri Dampak Ekonomi bag Masyarakat Papua
Hajatan masyarakat adat terbesar itu digelar di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua pada 24 hingga 29 Oktober 2022.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Kampung Putali, Henri Monim, berharap pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kabupaten Jayapura memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Diketahui, hajatan masyarakat adat terbesar itu digelar di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua pada 24 hingga 29 Oktober 2022.
Kampung Putali di Distrik Ebungfauw merupakan satu dari 12 kampung di Tanah Tabi yang akan menjadi tempat sarasehan KMAN.
Baca juga: Tanjung Tunung, Spot Cuci Mata Peserta Sarasehan saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara
Menurut Henri, KMAN juga dapat dijadikan penguatan kapasitas lembaga adat di kampungnya.
Pada saat serasehan nanti, masyarakat akan menjual hasil kerajinan, hasil kebun, dan hasil tangkapan ikan mereka untuk dijadikan bahan konsumsi bagi peserta serasehan.
“Ada hasil kebun, bertani dan menjaring serta kerajinan tangan dapat dibeli pada acara ini," katanya.
nantinya, komunitas masyarakat adat dari berbagai daerah Tanah Air dan mancanegara akan melihat melihat keunikan budaya di Papua, hingga membeli oleh-oleh.
Pembukaan kongres akan berlangsung di Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani.
Baca juga: Gelar Rapat Evaluasi, Pemkab Jayapura Pastikan Persiapan KMAN VI Capai 90 Persen
Parade budaya juga akan diluncurkan dari Lapangan Theis Eluay yang berada tepat di jalan masuk Bandar Udara Sentani.
Kongres yang direncanakan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo.
KMAN juga akan dirameikan iven Festival Danau Sentani VI dan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura. (*)