Kamis, 16 April 2026

Sejarah

Sutan Sjahrir dan Peran Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Pejuang kemerdekaan berdarah Minang ini menjadi pelengkap Soekarno dan Hatta dalam memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Sutan Sjahrir dan peran daalam kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sutan Sjahrir dikenal sebagai ujung tombak perjuangan diplomasi Indonesia.

Pejuang kemerdekaan berdarah Minang ini menjadi pelengkap Soekarno dan Mohammad Hatta dalam memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Sutan Sjahrir merupakan tokoh nasional Indonesia yang memiliki peran vital dalam perjuangan kemerdekaan.

Sutan Sjahrir mendapat julukan tersebut karena kontribusinya yang sangat besar terhadap keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia di dunia Internasional.

Baca juga: Pemberontakan PKI di Madiun 1948 dan Akar Masalahnya

Perundingan Indonesia - Belanda

Kiprah Sutan Sjahrir dalam bidang diplomasi bermula pada bulan Oktober 1945.

Pada saat itu, Sutan Sjahrir melakukan perundingan dengan Belanda terkait dengan pertempuran pasca proklamasi di beberapa kota Indonesia.

Pada perkembangannya, Sutan Sjahrir juga memimpin perundingan lain antara Indonesia dan Belanda seperti perundingan Hoge Valluwe dan Linggarjati.

Dalam melaksanakan perundingan, Sutan Sjahrir tetap konsisten untuk berpegang teguh pada nilai – nilai humanisme dan demokrasi.

Diplomasi Beras

Dalam buku Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 (2005) karya M.C Ricklefs, keahlian diplomasi Sutan Sjahrir di kancah Internasional sangat terlihat dari kebijakannya untuk melakukan Diplomasi Beras ke India pada Mei 1946.

Melalui kebijakan Diplomasi Beras, Sutan Sjahrir mampu menembus blokade ekonomi Belanda dan menarik simpati masyarakat India terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tahun 1964, Sjahrir yang sakit keras diperbolehkan berobat di Zurich, Swiss. Di negara berhawa sejuk itu, ia menghembuskan napas terakhir, dua tahun berselang.
Tahun 1964, Sjahrir yang sakit keras diperbolehkan berobat di Zurich, Swiss. Di negara berhawa sejuk itu, ia menghembuskan napas terakhir, dua tahun berselang. (Intisari)

Konferensi Hubungan Asia di New Delhi

Sebagai balasan atas jasa-jasa Indonesia, pemerintah India memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Indonesia serta mengadakan Konferensi Hubungan Asia di New Delhi.

Konferensi Hubungan Asia yang berlangsung pada 23 Maret hingga 2 April 1947 bertujuan untuk menghimpun dukungan negara-negara Asia terhadap kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved