Breaking News:

Kongres Masyarakat Adat

Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara Perlu Rp 13 Miliar untuk Konsumsi

Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk konsumsi saat sarasehan selama dua hari 25-26 di tiap kampung yang estimasinya sekitar Rp 400 juta

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PERSIAPAN – Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Kampung Homfolo, Distrik Ebungfauw bidang konsumsi mengadakan rapat koordinasi. Bidang konsumsi memerlukan dana sekitar Rp 13 Miliar memenuhi keperluan konsumsi para peserta. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannan Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) bidang konsumsi memerlukan anggaran sekitar Rp 13 Miliar untuk keperluan konsumsi para peserta selama 13 hari kegiatan sejak 20 Oktober hingga 4 November 2022.

Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara Diharapkan Beri Dampak Ekonomi bag Masyarakat Papua

Koordinator Bidang Konsumsi KMAN VI  Kabupaten Jayapura, Magdalena L Awoitauw menuturkan perhitungan total biaya tersebut masih belum final. Artinya, sewaktu-waktu masih bias berubah sesuai jumlah peserta dan keperluan lainnya.

Magdalena yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) Kabupaten Jayapura ini menjelaskan, total biaya konsumsi yang direncanakan itu akan dipakai seluruhnya untuk pembiayaan di bidang konsumsi saat acara berlangsung.

Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk konsumsi saat sarasehan selama dua hari 25-26 di tiap kampung yang estimasinya sekitar Rp 400 juta.

Jumlah biaya konsumsi per kampung itu menurutnya dihitung berdasarkan jumlah peserta serasehan sebanyak 300 orang, pengembira 100 orang dan juga keterlibatan warga kampung.

Baca juga: Kampung Homfolo Jayapura Siap Tampung 150 Peserta Kongres Masyarakat Adat

“Dari Rp 400 juta per kampung, estimasi atau perkiraan biaya makan untuk pagi, siang dan malam, sekitar Rp 75 ribu per orang. Sedangkan untuk snack, sekitar Rp 20 ribu per orang,”ujarnya melalui siaran pers diterima Tribun-Papua.com, Rabu (5/10/2022).

Ketua PKK Kabupaten Jayapura itu lebih lanjut menjelaskan pelayanan konsumsi dari panitia dimulai pada 20 Oktober hingga 4 November 2022 atau sejak pembukaan hingga penutupan KMAN VI. Sedangkan peserta yang datang lebih dulu akan disesuaikan.

Baca juga: Stok Ikan di Jayapura Dipastikan Aman saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara

“Rencananya dana dan pengolahan konsumsi akan diserahkan ke Persukutuan Wanita (PW) gereja di setiap jemaat dan dan Wanita Taklim. Tujuannya, dengan kegiatan ini, kami berusaha membadayakan mereka," ujarnya.

Namun, khusus untuk pengelolaan konsumsi dan biaya di Kampung Homfolo, pihaknya masih menunggu  keputusan dari Ondoafi Kampung Homfolo.

Lanjutnya, untuk upacara pembukaan, panitia akan menangani konsumsi untuk 10 ribu orang.

“Perhitungan total biaya ini, belum final. Bisa jumlah turun atau meningkat dari rencana awal,"ujarnya. (*)  

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved