Info YPMAK

Ardila Tsenawatme, Peserta Beasiswa YPMAK Ingin Jadi Perawat Profesional

Wanita cantik lahir pada 30 Agustus 1999 di Tembagapura tersebut memiliki lima bersaudara dari pasangan suami istri Isak Tsenawatme Melina Tsenawatme.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Peserta penerima program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), Ardila Tsenawatme. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKAArdila Tsenawatme, satu di antara peserta penerima program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ingin menjadi perawat profesional.

Dila sapaan akrabnya ini kuliah di Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, jurusan Ilmu Keperawatan semester 8.

Wanita cantik lahir pada 30 Agustus 1999 di Tembagapura tersebut memiliki lima bersaudara dari pasangan suami istri Isak Tsenawatme dan Melina Tsenawatme.

Baca juga: Melis Aim, Peserta Beasiswa YPMAK ini Ingin Jadi Pramugari

Kuliah menjadi perawat adalah keinginan Dila sejak kecil karena terinspirasi dari pengalaman hidup masa kecil yang susah mendapat pelayanan kesehatan.

"Saat ini semester akhir. Ketika selesai saya akan pulang ke Mimika melayani masyatakat khusunya di bidang kesehatan," kata Dila kepada Tribun-Papua.com.

 

 

Menurtnya, tenaga kesehatan di Mimika khususnya di daerah pedalaman saat ini masih kurang karena kondisi geografis.

"Menjadi perawat profesional itu adalah impian saya," ujarnya.

Tak lupa wanita 23 tahun itu juga memotivasi adik-adik yang belum kuliah agar tetap semangat memperjuangkan segala sesuatu hingga ke tujuan diinginkan sesuai dengan bidang masing-masing.

Baca juga: YPMAK Monitoring Tiga Yayasan dan Dua Sinode Gereja di Mimika

"Terimakasih Yayasan Binterbusi, YPMAK melalui PT Freeport Indonesia sudah membantu anak-anak suku Amungme dan Kamoro untuk mendapatkan bantuan beasiswa," katanya.

"Saya merasa lebih menantang ketika mengabdi di pedalaman," sambungnya.

Menjadi peserta beasiswa YPMAK lanjut Dila adalah sebuah kesempatan emas bagi dirinya.

"Sekali lagi terimakasih YPMAK dan Freeport. Tampa kalian kami tidak bisa berbuat banyak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved