Selasa, 14 April 2026

SATP Mimika

SATP Hadirkan Kokulikuler Day Untuk Menempa Inovator Muda Amungme-Kamoro

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari , Kamis dan Jumat  (9 - 10 April 2026) di SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika. 

Tribun-Papua.com
PENDIDIKAN PAPUA - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar kegiatan Kokulikuler Day 2026, di Hall 2 SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini merupakan wadah eksplorasi kreativitas, kolaborasi serta inovasi siswa. (Feronike Rumere). 
Ringkasan Berita:
  • SATP Timika menggelar kegiatan Kokulikuler Day  Karya Nusantara Kreativitas anak bangsa yang menjadi wadah eksplorasi kreativitas, kolaborasi serta inovasi siswa. 
  • Kegiatan Kokulikuler Day 2026 menghadirkan karya nusantara, kreativitas anak bangsa melalui beberapa kegiatan seperti pentas drama dongeng nusantara, tarian nusantara, pameran karya seni, dan market day.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika di Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Kokulikuler Day Karya Nusantara Kreativitas anak bangsa, yang menjadi wadah eksplorasi kreativitas, kolaborasi serta inovasi siswa. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari , Kamis dan Jumat  (9 - 10 April 2026) di SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika. 

SATP yang merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Baca juga: Pemkab Jayapura Lakukan Pemetaan Mitigasi Bencana, Besok Rencanakan Aksi Pembersihan Sungai Jaifuri

Kegiatan Kokulikuler Day 2026 menghadirkan karya nusantara, kreativitas anak bangsa melalui beberapa kegiatan seperti pentas drama dongeng nusantara, tarian nusantara, pameran karya seni, dan market day. 

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler di sekolahnya dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan suasana belajar menyenangkan dan relevan dengan konteks peserta didik.

Sonianto memastikan pembelajaran tidak hanya berfokus di dalam kelas, tetapi juga diperluas melalui kegiatan kokurikuler yang tetap terintegrasi dengan materi pembelajaran pagi hari.

“Pembelajaran harus menyenangkan, menggembirakan, dan sesuai dengan konteks anak. Jadi tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga memperdalam dan memperkaya materi melalui kegiatan kokurikuler,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Papua Barat dan YPMAK Teken PKS Demi Cetak SDM Unggul

Kegiatan kali ini menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan pendekatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.

Sonianto menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro, PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pendidikan Lokon yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan bermutu di SATP.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kurikulum, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

“Anak-anak dilatih untuk patuh terhadap guru, disiplin, bekerja sama, dan mengembangkan kepribadian. Jadi ini lebih dari sekadar tuntutan kurikulum,” tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved