Senin, 13 April 2026

SATP Mimika

Dongeng dan Buku Saku Papua Warnai Karya Nusantara Siswa SATP Timika

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan pendekatan Projek

Tribun-Papua.com
PENDIDIKAN MIMIKA - Nampak Wali kelas 4B SATP Timika bersama para siswa menampilkan tanaman hias menggunakan pot berbahan barang bekas, di Hall 2, SATP Timika, Jalan Sopoyono SP 4, Jumat (10/4/2026). Mereka juga dilatih membuat buku saku cerita rakyat Papua. (Feronike Rumere).  

Ringkasan Berita:
  • SATP Timika menggelar Kokurikuler Day 2026 bertajuk Karya Nusantara dengan menampilkan berbagai kreativitas siswa. 
  • Kegiatan ini mengajarkan pemanfaatan barang bekas, menanamkan kepedulian lingkungan, serta mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata di sekolah.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika di Provinsi Papua Tengah, menggelar kegiatan Kokurikuler Day 2026 bertajuk “Karya Nusantara” selama dua hari, 9 - 10 April 2026.

Kegiatan ini menampilkan berbagai kreativitas siswa sebagai bagian dari upaya pemahaman pembelajaran melalui karya dan aktivitas nyata.

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler di sekolahnya dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan suasana belajar menyenangkan dan relevan dengan konteks peserta didik.

Baca juga: Jelang HUT ke-24 Sarmi, Bupati dan Wakil Pimpin OPD Belanja Hasil Kebun Mama-mama Papua

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan pendekatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.

Beragam penampilan disuguhkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari Dongeng Nusantara dan drama oleh siswa kelas 2, hingga program sekolah sehat dan bersih oleh siswa kelas 4 dengan menanam bunga dalam pot dari barang bekas.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah program penanaman tanaman hias menggunakan pot berbahan barang bekas oleh siswa kelas 4.

Baca juga: Pastikan Sarmi Bersih di Hari Jadi, Bupati Dominggus Pimpin Apel Gabungan dan Kerja Bhakti Massal

Wali Kelas 4B SATP, Lena, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler tersebut mengajarkan siswa untuk memanfaatkan barang bekas dengan cara dipotong dan dilubangi untuk dijadikan pot tanaman.

“Mereka menanam sendiri, kemudian merawat di kelas. Setiap hari mereka menyiram tanaman tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman kepada siswa tentang teknik dasar menanam, memilih media tanam, serta merawat tanaman. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah.

Baca juga: Ini Pemda Se-Tanah Papua yang Masuk Nominasi Penurunan Pengangguran Award Kemendagri 2026

Kegiatan Kokurikuler Day merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan pemahaman siswa melalui berbagai karya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SATP, Dewa Komang Tri Mahayana, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak pertengahan Januari 2026.

“Tim guru dari kelas 2 sampai kelas 6 rutin mengadakan pertemuan setiap minggu untuk menyusun konsep kegiatan dan timeline bersama siswa,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Larang Kepala Kampung Bawa Tim Sukses Saat Pelantikan 17 April

Ia mengatakan setiap jenjang kelas memiliki fokus kegiatan yang berbeda. Kelas 2 menampilkan drama dan tari nusantara, kelas 3 menggelar market day dengan berbagai makanan khas.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved