Sabtu, 25 April 2026

KKB Papua

Bupati Teluk Bintuni Diperiksa Terkait Aksi KKB Tewaskan 4 Pekerja, Komnas HAM: Ada yang Aneh!

Sebanyak 12 orang KKB telah diidentifikasi oleh Polda Papua Barat, dan telah dirilis sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARIKomnas HAM Papua dan Papua Barat bekerja cepat guna mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap empat pekerja Jalan Trans Papua Barat di Teluk Bintuni beberapa waktu lalu.

Diketahui, pelaku pembunuhan terhadap empat pekerja tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.

Sebanyak 12 orang KKB telah diidentifikasi oleh Polda Papua Barat, dan telah dirilis sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Polda Papua Barat Rilis 12 Orang KKB Penyerang 4 Pekerja di Bintuni

Berikut ini nama-nama DPO yang melakukan aksi pembantaian di Teluk Bintuni yakni, Martinus Aisnak, Frangky Muuk, Tom Aimau, Manfret Fatem, Manuel Aimau.

Selanjutnya, Sutiawan Orocomna, Barnabas Muuk, Matias Aisasior, Marthen Aikingging, Willy Sakof, dan Thomas Muuk.

 

Polda Papua Barat merilis 12 nama yang masuk dalam DPO kasus pembantaian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (6/10/2022).
Polda Papua Barat merilis 12 nama yang masuk dalam DPO kasus pembantaian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (6/10/2022). (Istimewa)

 

Sementara, seorang DPO yang masih dibawah umur lainnya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kali ini, Komnas HAM pun memeriksa Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw. Dalam pemeriksaan tersebut, Komnas HAM menemukan beberapa hal yang aneh.

"Kami sudah periksa namun kok sekelas Bupati dia tidak tahu ada proyek di wilayah itu," kata Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Kamis (6/10/2022).

Frits mengaku, selama ini pihaknya tidak mengetahui keberadaan kelompok sipil bersenjata di Bintuni.

Baca juga: Diperiksa Komnas HAM Atas Tewasnya Pekerja oleh OPM, Bupati Teluk Bintuni Tak Tahu soal Proyek Jalan

"Sayangnya proyek besar sedangkan dilaksanakan di situ kok sampai mereka dibantai bupati tidak tahu," tuturnya.

Menurutnya, ketidaktahuan Bupati Bintuni merupakan sebuah ironi. "Kami minta agar bupati harus segera melakukan evaluasi standar teknis terkait pekerjaan di sana," jelas Frits.

Harusnya, ada koordinasi yang dilakukan secara intensif oleh Dinas PU baik di kabupaten dan provinsi.

Ia berujar, pihaknya mengajukan pertanyaan yang harus diklarifikasi kepada Bupati Bintuni.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved