Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Kuasa Hukum: Istri dan Anak dari Lukas Enembe Berhak Tolak Sebagai Saksi, Ini Alasannya!

"Pada prinsipanya adalah hak dari orang yang dipanggil, boleh tidak hadir atau hadir namun tidak memberikan keterangan," kata Petrus Bala Pattyona.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Kuasa Hukum Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe menyatakan Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe atau Bona Enembe berhak menolak atau mengundurkan diri dari panggilan Komisi Pemilihan Umum (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ketua Tim Hukum Gubernur Papua, Petrus Bala Pattyona mengatakan pemeriksaan sebagai saksi walaupun dalam status perkawinan, bercerai, atau sebagai karyawan, saksi berhak menolak karena pemeriksaannya dianggap tidak objektif dan bisa memihak.

"Tetapi dalam praktek pemeriksaan semacam ini bisa di tolak pada saat awal pemanggilan," katanya di Sentani usai Seminar Sehari dengan tema Kapan Semua Bentuk Ancaman dan Kriminilasi Terhadap Lukas Enembe dan Pemimpin Papua akan Berakhir di Gor GIDI Sentani, Distrik Sentani, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: GAWAT! Rekening Istri Gubernur Lukas Enembe, Yulce Wenda Diblokir. Ini Kata KPK

Menurut dia, sebagaimana diatur Pasal 168 KUHP Merujuk pada Pasal 168 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Pasal 35 Undang-undang KPK bahwasanya siapa saja boleh mengundurkan diri menjadi saksi dan diperbolehkan.

"Sekarang hak itu boleh dipergunakan, saat ini kembali kepada Ibu Lukas dan anaknya boleh menggunakan itu, tentu harus bersurat dengan merujuk pada pasal-pasal tadi," ujarnya.

 

 

Adapun hal itu kembali pada keputusan KPK, lanjutnya, istri dan anak Lukas Enembe bisa hadir namun hanya untuk mendengar keterangan dari KPK.

"Pada prinsipanya adalah hak dari orang yang dipanggil, boleh tidak hadir atau hadir namun tidak memberikan keterangan," katanya.

Menurutnya seseorang dapat memenuhi panggilan ada dua cara pertama mengirimkan surat frontal karena dapat hadir.

Baca juga: Istri dan Anak Lukas Enembe Bakal Dijemput Paksa KPK, Ali Fikri: Sesuai Ketentuan Hukum!

Kedua hadir ketika di BAP hanya memberikan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yaitu mengenai mengenai identitas, kesehatan, dan bersedia diperiksa sebagai saksi dalam perkara jika tidak bersedia BAP ditutup.

"Kembali pada Ibu Lukas mau atau tidak, jika Ibu mau kami akan bertemu ibu untuk mendengarkan yang diketahui," ujarnya.

Petrus menjelaskan pemeriksaan membuktikan seseorang melakukan tindak pidana harus berdasarkaan saksi. Saksi yang benar adalah orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dan pekerjaan.

Disinggung soal pembentukkan tim kuasa hukum yang baru. Petrus membenarkan bahwa timnya beranggotakan 30 orang yang siap membela Gubernur Papua itu.

"Kami bersimpati dan ketua tim menanyakan kesedian kami dan kami bersedia. Agar gejolak yang terjadi di Papua bisa diredam dan diselesaikan secara prosedur dan tidak dipolitisasi, ada enam orang yang ke Papua," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved