Papua Terkini
Lestarikan Bahasa Sobei, Balai Bahasa Papua Gelar FTBI di Sarmi
Balai Bahasa Provinsi Papua menggelar festival tunas bahasa ibu (FTBI) di Kabupaten Sarmi, Papua selama 3 hari berturut-turut, 12-14 Oktober 2022.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Dalam rangka revitalisasi bahasa Sobei, Balai Bahasa Provinsi Papua menggelar festival tunas bahasa ibu (FTBI) di Kabupaten Sarmi, Papua selama 3 hari berturut-turut, 12-14 Oktober 2022.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Sarmi, Hans Robert Weyasu di Hotel Rivior, Kota Sarmi, Rabu (12/10/2022).
Tampak hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sarmi, Deki Rumbekwan dan Ketua Komisi C Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Sarmi, Spenyel Takerbak.
Asisten III Sekda Sarmi, Hans Robert Weyasu dalam sambutannya membuka FTBI mengapresiasi Balai Bahasa Papua yang getol melestarikan bahasa daerah Papua salah satunya bahasa Sobei, bahasa suku asli dari Sarmi.
"Kami sangat berterimakasih kepada kepala Balai Bahasa Papua, beliau dengan semangat, gigih, tekun dan rajin senang berada di Sarmi," ungkapnya.
Baca juga: Trip Menuju Pulau Tiga Di Bonggo Kabupaten Sarmi, yang Punya Pantai Pasir Putih Eksotis
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Sarmi melalui instansi terkait mengembangkan bahasa daerah melalui proses belajar mengajar ditingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Salah satu tujuan kegiatan festival tunas bahasa ibu adalah untuk menghindari bahasa Sobei dari kepunahan dan menanamkan kecintaan generasi muda pada bahasa daerah," tutur Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Muhammad Muis kepada Tribun-Papua.com usai pembukaan kegiatan.
Dia menjelaskan, FTBI revitalisasi bahasa Sobei diikuti puluhan peserta tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sarmi.
Diantaranya, peserta lomba baca puisi sebanyak 40 orang. Lomba mendongeng diikuti 9 orang peserta tingkat SD, lomba membaca cerita pendek (cerpen) 8 orang, menyanyi solo 8 orang tingkat siswa SMP.
Baca juga: Warga Kabupaten Sarmi Bikin Paspor Tak Perlu ke Kantor Imigrasi Jayapura
Menurut Muhammad Muis, ada 5 bahasa besar di Sarmi yang harus dilestarikan meliputi bahasa Sobei, Armati, Rumboy, Manirem, dan Isirawa.
"Bahasa-bahasa daerah di Sarmi masih terus dipakai oleh penuturnya, tapi kekhawatiran tetap ada sebab beberapa generasi mudanya tidak bisa lagi berbahasa Sobei dan 4 bahasa lainnya di Sarmi," ungkap Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua.
Sementara itu, Ketua panitia festival tunas bahasa ibu dalam rangka revitalisasi bahasa Sobei yang juga Pengkaji Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Papua, Anton Maturbongs kepada Tribun-Papua.com mengatakan, diselenggarakannya festival tersebut untuk menyadarkan kepada masyarakat Papua pemilik bahasa Sobei dan Pemerintah Kabupaten Sarmi.
"Tujuan festival ini akan tumbuh tunas-tunas atau generasi muda orang Sobei untuk terus berbahasa daerah supaya tidak punah," jelasnya.
Baca juga: Yan Mandenas Tinjau Jaringan Telekomunikasi di Sarmi, Target Bangun 5.000 BTS di Papua
Anton Maturbongs mengungkapkan, festival tunas bahasa ibu dalam rangka merdeka belajar episode 17 yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Dikti sejak Januari 2022.
"Tujuan kegiatan ini untuk melindungi bahasa daerah agar tidak punah. Sama seperti yang kita lakukan didaerah lain, contohnya bahasa Marind di Merauke," tegasnya.
Anton Maturbong mengungkapkan, antusias peserta sangat tinggi baik tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sarmi.
Pemenang juara nantinya akan mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Khusus pemenang lomba juara 1 akan diikutkan dalam festival tunas bahasa ibu tingkat Provinsi Papua pada Februari 2023 dan akan diseleksi ketingkat nasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sarmi-balai-bahasa1q234321.jpg)