Minggu, 12 April 2026

Kongres Masyarakat Adat

Rukka Sombolinggi: Masyarakat Adat Solusi bagi Krisis Iklim di Dunia 

KMAN VI bukan hanya untuk masyarakat adat. Namun iven ini untuk seluruh elemen yang bersentuhan dan bekerja sama perjuangakan hak masyarakat adat.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
MENARI - Nampak masyarakat adat Papua menari dalam pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Masyarakat Adat jadi solusi terbaik untuk menanggulangi krisis iklim di dunia.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, dalam pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (24/10/2022). 

Rukka menyatakan, KMAN VI bukan hanya untuk masyarakat adat.

Namun hajatan ini untuk seluruh elemen yang bersentuhan dan bekerja sama perjuangakan hak masyarakat adat. 

Ada sebanyak 2.449 komunitas adat hadir dalam pembukaan KMAN  VI di Stadion Barnabas Youwe Sentani.

Ribuan komunitas itu tergabung dalam AMAN.

Baca juga: Jokowi dan Puan Maharani Batal Hadiri KMAN VI di Papua, Masyarakat Adat Nusantara Kecewa

Mereka tiba sejak 17 Otober. Bahkan, ada juga yang melakukan perjalanan spiritual hingga tiba di Papua. 

KMAN VI - Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi memberikan sambutan pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10/2022). AMAN telah memetakan 20 juta hektare wilayah adat se-Indonesia. Dan sudah diserahkan ke pemerintah, namun belum mendapat pengakuan dari negara. (TribunPapuaBarat.com//Libertus Manik Allo)
KMAN VI - Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi memberikan sambutan pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10/2022). AMAN telah memetakan 20 juta hektare wilayah adat se-Indonesia. Dan sudah diserahkan ke pemerintah, namun belum mendapat pengakuan dari negara. (TribunPapuaBarat.com//Libertus Manik Allo) (Tribun-Papua.com/Tribun Network)
"Pertama kali KMAN VI peserta datang sebanyak ini dengan biaya sendiri. Bahkan yang mendapat bantuan pun itu hanya subsidi dari pemerintahnya," ujarnya.

KMAN VI kali ini di Papua sebagai kepastian bahwa AMAN bersama masyarakat adat menunjukkan keberadaanya.

"Dengan slogan Kitorang Ada," ujar Rukka.

Rukka menyebut, AMAN telah memetakan sekitar 20 juta hektare wilayah adat se-Indonesia. 

Dokumen berisi data tersebut lalu diserahkan ke pemerintah pusat.

Sayangnya, peta tersebut belum mendapat pengakuan dari pemerintah.

Masyarakat Adat telah membuktikan diri lewat ketahanannya melewati pandemi Covid-19, ada wilayah adat yang mampu bertahan dengan mengontrol pangan yang dihasilkan.

"Seperti keong yang kembali dalam rumahnya, Masyarakat Adat justru tertib dan jadi tempat paling aman, makanan, produksi, lebih dari cukup kepada orang disekitar kita. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved