Kongres Masyarakat Adat
Rukka Sombolinggi: Masyarakat Adat Solusi bagi Krisis Iklim di Dunia
KMAN VI bukan hanya untuk masyarakat adat. Namun iven ini untuk seluruh elemen yang bersentuhan dan bekerja sama perjuangakan hak masyarakat adat.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Masyarakat Adat jadi solusi terbaik untuk menanggulangi krisis iklim di dunia.
Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, dalam pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (24/10/2022).
Rukka menyatakan, KMAN VI bukan hanya untuk masyarakat adat.
Namun hajatan ini untuk seluruh elemen yang bersentuhan dan bekerja sama perjuangakan hak masyarakat adat.
Ada sebanyak 2.449 komunitas adat hadir dalam pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe Sentani.
Ribuan komunitas itu tergabung dalam AMAN.
Baca juga: Jokowi dan Puan Maharani Batal Hadiri KMAN VI di Papua, Masyarakat Adat Nusantara Kecewa
Mereka tiba sejak 17 Otober. Bahkan, ada juga yang melakukan perjalanan spiritual hingga tiba di Papua.
KMAN VI kali ini di Papua sebagai kepastian bahwa AMAN bersama masyarakat adat menunjukkan keberadaanya.
"Dengan slogan Kitorang Ada," ujar Rukka.
Rukka menyebut, AMAN telah memetakan sekitar 20 juta hektare wilayah adat se-Indonesia.
Dokumen berisi data tersebut lalu diserahkan ke pemerintah pusat.
Sayangnya, peta tersebut belum mendapat pengakuan dari pemerintah.
Masyarakat Adat telah membuktikan diri lewat ketahanannya melewati pandemi Covid-19, ada wilayah adat yang mampu bertahan dengan mengontrol pangan yang dihasilkan.
"Seperti keong yang kembali dalam rumahnya, Masyarakat Adat justru tertib dan jadi tempat paling aman, makanan, produksi, lebih dari cukup kepada orang disekitar kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/MENARI-Nampak-masyarakat-adat-Papua-menari-KMAN-VI.jpg)