Senin, 4 Mei 2026

Kongres Masyarakat Adat

Rukka Sombolinggi: Masyarakat Adat Solusi bagi Krisis Iklim di Dunia 

KMAN VI bukan hanya untuk masyarakat adat. Namun iven ini untuk seluruh elemen yang bersentuhan dan bekerja sama perjuangakan hak masyarakat adat.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
MENARI - Nampak masyarakat adat Papua menari dalam pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10/2022). 

Sedangkan Masyarakat Adat yang kurang beruntung selama Covid-19 dihabisi oleh tambang, sawit, dan tidak sejahtera.

Selama pandemi, nasibnya sama dengan orang di perkotaan.

Menurutnya, ketangguhan masyarakat adat ditentukkan oleh wilayah adatnya.

"Baik pemuda dan perempuan adat."

Baca juga: Cerita Kontingen Asal Sulut, Sempat Demam karena Cuaca Panas: yang Penting Ketemu Kawan di KMAN VI

Konon 80 persen dari seluruh sumber keanekaragaman hayati ada di wilayah adat karena terjaga.

"Sehingga ketika mengahadapi krisis iklim jawabannya adalah di wilayah adat," ujar Rukka.

"Jika ingin membawa dunia keluar dari bencana iklim. Bukan lagi investasi pada tambang namun investasi untuk lindungi hak masyarakat adat supaya kita bisa menjaga yang 80 persen itu bahkan melipatgandakannya," sambungnya.

Rukka menambahkan, 10 tahun sejak KMAN I pada 1999, masyarakat terus memperjuangkan haknya.

Namun hingga kini Rancangan Undang-Undang Perlindungan Masyarakat Adat masih mangkrak di DPR RI. (*) 

 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved