Selasa, 2 Juni 2026

Kongres Masyarakat Adat

Sarasehan KMAN VI Hari Kedua di Kayo Pulo, Konservasi Tradisional "Egek" dari Sorong Dikemukakan

Bahasan soal peran masyarakat adat dalam pengelolaan pesisir dan laut, serta ancaman kemudian kendalanya

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Aldi
Para narasumber memberikan materi soal topik sarasehan KMAN VI hari kedua di Kampung Kayo Pulo, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Rabu (26/10/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sarasehan Kongres ke-VI Masyarakat Adat Nusantara (KMAN VI) hari kedua resmi digelar di Kayo Pulo.

Satu pembahasan di antaranya soal konservasi tradisional "Egek" dari Sorong, Papua Barat.

Pantauan Tribun-Papua.com Rabu (26/10/2022), kegiatan Sarasehan KMAN ke-VI dimulai sekira pukul 13.00 WIT di Kampung Kayo Pulo, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Baca juga: KMAN VI Papua di Kampung Nendali Bahas Peran Media Massa Dukung Perjuangan Masyarakat Adat

Bahasan soal peran masyarakat adat dalam pengelolaan pesisir dan laut, serta ancaman kemudian kendalanya dibawakan oleh Koordinator Masyarakat Adat sekaligus Kepala Kampung Malaumkarta, Jerfi Mobalen.

"Kalau berbicara mengenai peran masyarakat adat dalam pengelolaan pesisir dan laut, maka kami di Sorong Papua Barat khususnya Kampung Malaumkarta punya kearifan tradisional yang namanya Egek, semacam sasi," katanya.

Jerfi menjelaskan, masyarakat kesukuan di Sorong Papua Barat telah mengenal kearifan lokal untuk memulihkam stok sumber daya perairan, baik berupa ikan, udang, lobster dan lainnya untuk masa mendatang.

"Kalau kita melihat, pada tahun 1960 hingga 1990-an, ada ancaman yang masuk terhadap masyarakat pesisir, terkait globalisasi kehidupan manusia yang ada di setiap pelosok," katanya.

Baca juga: Utusan AMAN Maluku Apresiasi Warga Kampung Yokiwa dan Pemkab Jayapura

Sejak lama, masyarakat adat di Sorong Papua Barat telah mampu memahami kondisi ruang laut secara sederhana dengan pengetahuan lokal yang mereka punya.

"Kami melihat bahwa, hal-hal ini apabila punah, khususnya pengetahuan lokal ataupun kearifan lokal seiring berkembangnya jaman, maka generasi mendatang tidak lagi menikmati ruang laut seperti saat ini," pungkasnya.

Oleh sebab itu, sebagai masyarakat adat di kampungnya melakukan yang namanya Egek di wilayah Tanah Moi, yaitu bentuk konservasi internasional yang telah diwariskan oleh leluhur secara turun temurun tersebut.

"Dalam kearifan lokal Egek, alat penengkapan ikan yang dilarang, yaitu jaring, potasium atau bom, dan itu kita sudah mengaturnya," tandasnya.

Baca juga: KMAN VI: AMAN Maluku Suarakan Raperda Penetapan Negeri di SBB

Melalui kearifan lokal Egek, orang baru yang datang dari luar ke kawasan adat di Kampung Mala umkarta, Sorong Papua Barat harus mengikuti ataupun menaati aturan Egek itu.

"Egek merupakan konservasi tradisional berupa larangan memanfaatkan sumber daya alam di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, untuk memulihkan stok sumber daya kelautan kembali," jelasnya.

Baca juga: Kehadiran Jokowi Dibutuhkan di KMAN VI Papua: Untuk Jawab Jeritan Masyarakat Adat

Sekadar diketahui, Sarasehan KMAN VI hari kedua di Kampung Kayo Pulo, Distrik Jayapura Selatan, yaitu soal situasi ruang hidup dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas-komunitas masyarakat adat di pesisir dan pulau-pulau kecil

Lebih mendalan lagi, membahas bagaimana sistem-sistem pengeloaan berbasis pengetahuan lokal atau tradisional atas pesisir dan pulau-pulau kecil yang menjamin kesejahteraan masyarakat adat dan keberlanjutan ekologis menjadi model-model yang dapat diidentifikasi, dipromosikan, dan diadopsi oleh negara.

Turut menjadi narasumber sarasehan KMAN VI hari kedua ialah Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Moh Ismail, akademisi Universitas Pattimura Tine Tjoa, dan perwakilan Jaring Nusa, Asmar Exwar.

Kemudian, Kiara Jaringan Baileo Maluku, Jererson Tasik, Komunitas Adat Aru Simon Kamsy, Forest Watch Indonesia Agung Ady Setiyawan, dan dari Jaringan Advokasi Tambang, Meleky Nahar.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved