Kongres Masyarakat Adat
AMAN Tano Batak Tampilkan Repertoar Gondang dan Tortor di Panggung Budaya KMAN VI Papua
Orang Batak di Jayapura yang hadir dalam momen ini dibuat seakan berada di kampung halamanan; Tanah Batak. "Tutup TPL, perusak hutan!," ujar peserta.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Repertoar musik Gondang dan Tortor dari Tanah Batak akan kembali menyihir peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (29/10/2022).
Sebelumnya, alat musik tradisional asal kawasan Danau Toba ini telah dimainkan rombongan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN) Tano Batak, sejak pawai budaya pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe Sentani, pada Senin (24/10/2022).
Diketahui, komunitas masyarakat adat kawasan Danau Toba yang berhimpun dalam AMAN Tano Batak berkontribusi aktif dalam kongres ini.
Masyarakat adat dari Kabupaten Simalungun juga ikut dalam rombongan AMAN Tano Batak.
Baca juga: Takjub dengan Hutan Papua, Pemuda Adat Tano Batak Gaungkan Pesan Lestarikan Rainforest saat KMAN VI
Mereka membawa serta aset budaya berupa alat musik tradisional gondang, berupa ensambel gendang, atau disebut Tifa di Papua.
Diketahui, delegasi masyarakat adat dari Sumatra Utara dalam KMAN VI sebanyak 76 orang. Sementara dari AMAN Tano Batak ada 30 orang.
Perwakilan dari Tano Batak berasal dari Kabupaten Simalungun, Toba, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Ketua AMAN Tano Batak, Roganda Simanjuntak mengatakan, dalam kongres kali ini masyarakat adat yang berasal dari Tano Batak mengharapkan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat adat untuk segera diimplementasikan.

Adapun para pemain alat musik godang; Amani Jamauli Siallagan, sebagai Partagading atau pemukul gending.
Amani Jamauli sendiri mewakili masyarakat adat Pomparan ni Ompu Umbak Siallagan, Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.
Amani Jamauli Siallaganm, nama kecilnya Sorbatua Siallagan, keturunan (ibunya) cucu dari Ompu Lemok Ambarita dari Sihaporas.
Adalah Ompu Jaipul Ambarita, atau anak kedua dari Ompu Mamontang Laut Ambarita. Ompu Lemok Ambarita generasi kelima keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita.
Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita sudah 11 generasi di Sihaporas, kawasan Danau Toba, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Sementara, Paminta gondang atau pendoa dan pemimpin orasi ritual dalam repertoar ini adalah Ompu Morris Ambarita atau Mangitua Ambarita. Ia generasi ke-8 dari Ompu Mamontang Laut Ambarita.
Ompu Morris Ambarita sendiri aktif sebagai Wakil Ketua Umum Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras).