Kamis, 7 Mei 2026

Wisata Papua

Wisata Papua: Menjajal Tradisi Mengunyah Pinang sebagai Pencuci Mulut

Papua memiliki budaya yang begitu kaya, satu di antaranya adalah tradisi mengunyah pinang.

Tayang:
Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Pinang Expo yang menjadi pilihan utama warga Kota Jayapura, Papua - Papua memiliki budaya yang begitu kaya, satu di antaranya adalah tradisi mengunyah pinang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Papua memiliki budaya yang begitu kaya, satu di antaranya adalah tradisi mengunyah pinang.

Jika Anda berwisata di Papua, tak ada salahnya menjajal tradisi mengunyah pinang yang digemari masyarakat setempat.

Dikutip dari Pesonaindonesia.kompas.com, pinang kerap dikunyah sebagai pencuci mulut selepas makan.

Baca juga: Wisata Papua: Mengenal Tradisi Snap Mor yang Terkenal di Biak

Mama Papua penjual pinang Berina Tabuni, saat berjualan Pinang di Kawasan Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Papua, Selasa (14/6/2022).
Mama Papua penjual pinang Berina Tabuni, saat berjualan Pinang di Kawasan Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Papua, Selasa (14/6/2022). (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Tak sedikit yang mengatakan jika pinang adalah 'permennya orang Papua'.

Mengunyah pinang juga menjadi lambang keakraban bagi warga Papua.

Tradisi mengunyah pinang telah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.

Meski mengunyah pinang identik dengan orang tua, kini tak sedikit anak-anak muda Papua yang menikmati mengunyah pinang.

Mengunyah pinang kerap dijadikan pengganti kebiasaan merokok.

pinang sendiri banyak dijual di pinggir-pingir jalan di kota besar di Papua.

Baca juga: Wisata Papua: Jangan Lupa Cicipi Manisnya Matoa, Buah Khas Papua

Cara Mengunyah Pinang

KUNYAH PINANG - Gibe Doyapo (12) di Kampung Abar Kabupaten Jayapura, Papua, menceritakan pengalaman masing-masing saat mencoba mengkonsumsi pinang pertama kalinya.
KUNYAH PINANG - Gibe Doyapo (12) di Kampung Abar Kabupaten Jayapura, Papua, menceritakan pengalaman masing-masing saat mencoba mengkonsumsi pinang pertama kalinya. (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Buah pinang biasanya dikunyah bersama sirih dan kapur.

Untuk menikmatinya pinang terlebih dahulu dikupas dengan gigi lalu isinya dikunyah hingga hancur.

Setelah batang sirih dicelupkan pada bubuk kapur dan dikunyah bersama dengan pinang.

Penggunaan bubuk kapur hanya perlu sedikit karena jika terlalu banyak mulut akan terasa panas seperti terbakar.

Ketika ketiga bahan itu tercampur di dalam mulut maka akan menghasilkan warna merah.

Baca juga: Wisata Papua: Mencicipi Ulat Sagu yang Jadi Kuliner Khas Papua, Berani?

Etika Mengunyah Pinang

Ada etika yang harus diperhatikan saat mengunyah pinang, yakni, ketika meludah.

Jangan sembarangan meludah setelah mengunyah pinang agar tak mengotori lingkungan.

Atau, Anda bisa meludah di kantong plastik untuk kemudian dibuang di tempat sampah.

(Tribun-Papua.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved