Sosok Penjabat Gubernur DOB

Ini Sosok Pimpinan Tinggi Madya Calon Penjabat Gubernur DOB: Lulusan Australia!

Sangat terbatasnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli Papua (OAP) yang menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya di kementerian.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
ILUSTRASI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam waktu dekat bakal melantik tiga Penjabat Gubernur daerah otonomi baru (DOB) hasil pemekaran dari Provinsi Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam waktu dekat bakal melantik tiga Penjabat Gubernur daerah otonomi baru (DOB) hasil pemekaran dari Provinsi Papua.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2022 Pasal 9 ayat (2), UU Nomor 15 Tahun 2022 Pasal 9 ayat (2), dan UU Nomor 16 Tahun 2022 Pasal 9 ayat (2) menyebutkan, penjabat gubernur diangkat dari ASN yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) madya.

Saat ini, sangat terbatasnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli Papua (OAP) yang menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya di kementerian.

Baca juga: 3 Rektor OAP Lulusan Uncen yang Layak Jadi Penjabat Gubernur di DOB, Ini Sosoknya!

Siapakah sosok ASN yang jabatannya memenuhi kriteria sesuai bunyi undang-undang tersebut? Sosok tersebut yaitu Velix Wanggai.

Yah, Velix saat ini menjabat sebagai Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan.

Pelantikan Velix sebagai Setwapres tersebut berlangsung pada, 22 Agustus 2022 lalu oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Aula Serbaguna Gedung III, Kemensetneg.

Profil Singkat Velix Wanggai

Dikutip dari laman Wikipedia, Velix lahir pada, 16 Februari 1972 adalah seorang aktivis, ahli hubungan internasional dan politisi Indonesia.

Baca juga: Profil Apolo Safanpo, Calon Kuat Penjabat Gubernur Papua Selatan

Ia resmi diangkat menjadi Staf Khusus Presiden pada 20 November 2009. Ia dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi staf khusus yang bertugas membantu memberi masukan pada presiden tentang hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan daerah dan otonomi daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Velix berkarier sebagai Staf Perencana pada Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Putra dari Sofyan Wanggai dan Ita Nurlita ini menikah dengan seorang wanita bernama Herwin Meiliantina dan telah dikaruniai empat orang anak yang bernama Venna Aisyah Refornisa Wanggai, Muhammad Fadhil Qoraano Wanggai, Cordova Maulana Wanggai dan Qowabi Hanif Suryakusuma Wanggai. Ia melalui masa kecil sampai tamat sekolah menengah atas di Jayapura.

Setamat dari SMA Negeri 2 Jayapura pada tahun 1991, Velix ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada sampai mendapatkan gelar sarjana (S1) di bidang Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada tahun 1996.

Baca juga: Jadi Kandidat Kuat Penjabat Gubernur Papua Selatan, Ini Kata Apolo Safanpo

Ia mendapatkan gelar master (S2) dari Flinders University, Australia dengan tesis "The Politics of Formulating Regional Development Policy: The Case of Papua, Indonesia, 1998 - 2006".

Pernah kuliah S3 di Australian National University, sebelum dipanggil pulang ke tanah air untuk bertugas sebagai Staf Khusus Presiden. Selanjutnya menyelesaikan kuliah S3 di Universitas Padjadjaran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved