Senin, 13 April 2026

Info Papua Selatan

Festival Kopi di Merauke, Takdir Hamzah: Mari Seduh!

Festival Kopi untuk pertama kalinya di Bumi Anim Ha semenjak Papua Selatan dietetapkan sebagai provinsi baru hasil pemekaran dari Papua.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin
Pemilik Kedai Koplink Takdir Hanzah (kiri) dan juara 1 lomba manual brew Ika Nurcahyani. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Masyarakat Merauke yang ingin menyeduh kopi? Silahkan mampir di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Merauke yang terletak di Jalan Brawijaya, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Di kantor tersebut sedang dilakukan Festival Kopi untuk pertama kalinya di Bumi Anim Ha semenjak Papua Selatan dietetapkan sebagai provinsi baru hasil pemekaran dari Papua.

Ada sekitar Sembilan kedai yang mengambil bagian dari acara tersebut. Hal ini dikatakan Takdir Hanzah, selaku Ketua Komunitas Petugas Seduh Kopi Merauke.

Baca juga: Warga Merauke Bahagia Sambut Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo: Ayo Kita Bangun Bumi Anim Ha

Yah, dalam festival kopi tersebut diselingi dengan acara lomba kopi manual brew yang diikuti oleh 12 peserta.

“Dari 12 peserta tersebut, tadi sudah ada pemenangnya yaitu juara 1 atas nama Ika Nurcahyani, juara 2 Jun Ngedihu dan juara 3 atas nama Ilham Iriansyah,” kata Takdir Hanzah yang juga pemilik Kedai Koplink kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (19/11/2022).

 

 

Diketahui, manual brew adalah lomba kopi dengan system penyeduhan kopi dengan teknik manual.

Secara umum ada tiga kategori manual brew, yaitu full immersion, pour over, dan vacuum.

Tiga kategori manual brew tersebut bisa dibagi menjadi beberapa metode atau cara pembuatan, yaitu french press, tubruk, V60, chemex, aeropress, cold brew, Vietnam drip, dan syphon.

Namun, untuk lomba kali ini hanya manual brew menggunakan metode V60.

Baca juga: Harapan Tokoh Merauke, Johanes Gluba Gebze untuk Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo

“Untuk penilaiannya, juri tanpa melihat siapa yang membuat namun juri hanya melakukan tapping dan melakukan penilaian terhadap manual brew,” ujarnya.

Terkait kopi yang digunakan untuk lomba, kata Fate sapaan akrabnya, pihaknya menggunakan tiga jenis kopi.

“Pada saat babak pengisihan dan semifinal kami menggunakan jenis kopi Arabika dari Bone, Enrekang. Sedangkan di final kami lakukan challenge kepada peserta dengan menambahkan jenis kopi Arabika pada ronde pertama, Liberika untuk ronde kedua, dan Robusta untuk ronde ketiga,” katanya.

Kopi Arabika sendiri pada challenge tersebut, kata Fate menggunakan kopi dari Kalaciri dari Enrekang dengan prosesnya full wash kemudian untuk ronde kedua menggunakan Kopi Liberika dari Jagebob Merauke dengan proses natural sedangkan untuk ronde ketiga menggunakan kopi Robusta dari Toraja.

Baca juga: Dua Putra Papua Selatan Jadi Penjabat Gubernur, Ini Kata Wabub Asmat

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved