Calon Panglima TNI

Calon Panglima TNI Diharap Tangani Konflik Papua dengan Cara Kemanusiaan: Warga Sipil Kerap Korban

Penanganan konflik di Papua jadi tugas berat bagi Panglima TNI yang akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Dispenal
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Hetty Andika Perkasa bersama KSAL Laksamana Yudo Margono dan Veronica Yudo Margono saat meninjau Koarmada II di Surabaya. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penanganan konflik di Papua jadi tugas berat bagi Panglima TNI yang akan menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Calon Panglima TNI Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono diharapkan segera mengevaluasi kebijakan penanganan konflik di Papua.

Pasalnya, kerap terjadi kekerasan terhadap warga sipil di Bumi Cenderawasih.

Hal ini disampaikan Direktur Imparsial Gufron Mabruri dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Yudo Margono Jadi Calon Tunggal Panglima TNI, Penyelesaian Konflik Papua Menanti

"Panglima TNI yang baru segera mengevaluasi dan mengoreksi semua bentuk perbantuan TNI (operasi militer selain perang/OMSP) yang bertentangan dengan UU Undang-Undang TNI."

"Khususnya di Papua yang sering berdampak buruk terhadap kekerasan politik dan pelanggaran HAM," katanya. 

Aksi kekerasan yang melibatkan prajurit TNI terhadap warga sipil di Papua tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa hukuman tegas.

Gufron mengatakan, panglima TNI selanjutnya perlu menyampaikan komitmen penghormatan terhadap hak asasi manusia termasuk bagi warga sipil yang berada di wilayah konflik.

"Pada konteks ini, selain perlunya peningkatan kesadaran terhadap hukum dan HAM, akuntabilitasnya juga perlu ditegakkan," ujar Gufron.

Gufron juga berharap Yudo melanjutkan gagasan Jenderal Andika Perkasa untuk mulai mengubah pendekatan penanganan konflik di Papua.

"Adanya keinginan untuk mengubah pendekatan keamanan di Papua dari militeristik ke kemanusiaan. Sebagai sebuah inisiatif, kebijakan yang diinisiasi oleh panglima TNI sebelumnya (Andika) tentunya penting untuk dijalankan secara nyata dan konsisten," ucap Gufron.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (28/11/2022) lalu mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR terkait penunjukkan Laksamana Yudo Margono untuk menjadi calon Panglima TNI.

Yudo bakal menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun pada 21 Desember 2022 mendatang.

Setelah menerima Surpres itu, Komisi I DPR RI segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon Panglima TNI yang diajukan oleh Presiden.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved