Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Ketua KPK Ungkap Syarat jika Lukas Enembe Harus Berobat ke Luar Negeri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri buka suara soal permohonan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri buka suara soal permohonan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri buka suara soal permohonan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura.

Diketahui, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek yang bersumber dari APBD Papua.

Firli mengatakan bahwa Lukas Enembe harus mendapatkan rekomendasi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) jika ingin menjalani pengobatan di luar negeri.

Baca juga: Lukas Enembe Disebut Tak Masalah jika Harus Didampingi Penyidik KPK untuk Berobat ke Singapura

Gubernur Papua, Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe ((Dok Staf Khusus Gubernur Papua))

“Kalaupun harus pengobatan di luar negeri maka harus dirujuk oleh RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) ataupun RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto),” kata Firli dalam konferensi pers di KPK, Kamis (8/12/2022) dini hari.

Firli mengatakan pihaknya mendapat informasi dari Direktur Penyidikan KPK bahwa Lukas sedang sakit.

Hal itu menjadi alasan bagi penyidik untuk melakukan memeriksa Lukas di kediamannya.

Menurut Firli, KPK pernah menawarkan upaya penyembuhan penyakit yang diderita Lukas dan akan memberikan fasilitas sesuai ketentuan undang-undang.

Sebab, keselamatan jiwa manusia merupakan yang utama. Setelah dinyatakan selamat, proses penegakan hukum dilakukan.

Baca juga: Pengacara Lukas Enembe Temui Saksi yang Dipanggil Penyidik, KPK Dalami Dugaan Obstruction of Justice

“Dan kami sudah dapat data bahwa Pak Lukas Enembe pernah dirawat di RSPAD sehingga alternatif pertama adalah kita akan pengobatan di RSPAD,” ujar Firli.

Menurut dia, saat ini KPK bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memeriksa kondisi kesehatan Lukas.

Jika memang Lukas harus berobat ke luar negeri, pemeriksaan itu harus didampingi dokter yang ditunjuk KPK dan penyidik.

“Didampingi oleh dokter, termasuk juga didampingi oleh penyidik KPK,” kata dia.

Sebelumnya, pengacara Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona mendatangi gedung Merah Putih KPK pada Senin (28/11/2022) lalu. Ia menyebut kondisi kesehatan kliennya memburuk.

Baca juga: KPK Telusuri Penggunaan Uang yang Diterima Lukas Enembe hingga Lelang Proyek Infrastruktur di Papua

Menurut Petrus, kondisi ginjal, paru-paru, dan stroke Lukas semakin parah. Ia mengeklaim dokter yang merawat Lukas dari luar negeri merekomendasikan agar gubernur itu segera dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan.

“Intinya bahwa Pak Lukas Enembe harus dibawa ke Singapura kalau dibiarkan satu minggu terakhir nanti keadaan akan sangat memburuk,” kata Petrus kepada wartawan.

KPK menetapkan Lukas sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD di Papua.

Sejauh ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari bawahan Lukas, kontraktor pemenang tender proyek di Papua, hingga pramugari dari penyedia jasa layanan pesawat terbang tempat Lukas menyewa jet pribadi.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Firli Sebut Lukas Enembe Harus Dapat Rujukan RSPAD untuk Berobat ke Luar Negeri

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved