Info Mimika

Plt Bupati Mimika Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi Helikopter dan Pesawat

Menurut Johannes Rettob, kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Papua itu ulah oknum yang ingin menjatuhkan dirinya.

istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika, Johannes Rettob, buka suara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter dan pesawat yang menyeret namanya. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika, Johannes Rettob, buka suara terkait kasus dugaan korupsi helikopter dan pesawat yang menyeret namanya.

Nama Johannes Rettob diduga terlibat dalam kasus korupsi saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Mimika.

Menurut Johannes Rettob, kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Papua itu ulah oknum yang ingin menjatuhkan dirinya.

"Ini sangat tendensius dan sangat mengarah pada politik. Intinya mereka tidak ingin saya menjadi pimpinan daerah," kata Johannes Rettob melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (5/1/2023) malam.

Dirinya menuturkan, kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter dan pesawat ini sebelumnya juga pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2017.

Namun, lembaga antirasuah memutuskan untuk menghentikan dugaan kasus tersebut lantaran tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

"Kemudian diklarifikasi bahkan penyelidikan sampai tahun 2019 oleh penyelidik KPK, tapi telah selesai karena tidak terbukti," ungkapnya.

Saat itu, Johannes Rettob menyebut, dirinya tiga kali diperiksa KPK untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi helikopter dan pesawat tersebut.

Bukan kali itu saja, sebelumnya pada tahun 2020, Johannes Rettob menuturkan, dirinya juga dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Papua.

Kemudian pada tahun 2021, ia menambahkan, kelompok yang sama tersebut melaporkan dirinya ke Polda Papua.

"Kelompok yang melapor sama dengan tahun 2020. Perkara itu tidak dilanjutkan karena materi laporannya sama dengan yang dilaporkan ke KPK," imbuhnya.

Baca juga: Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob Minta OPD Percepat Realiasi Anggaran 

Johannes Rettob sendiri mengaku terkejut dengan proses penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Mimika yang baru dimulai pada Juli 2022 lalu.

Ironinya, Johannes Rettob mengatakan, pada Agustus 2022 dugaan kasus korupsi tersebut dinaikan ke tahap penyidikan dan diambil alih Kejaksaan Tinggi Papua.

"Saya juga kaget, tetapi sebagai warga negara yang baik dan memenuhi aturan negara ini," keluhnya.

Baca juga: Peringatan Keras Plt Bupati Mimika kepada ASN Baru: 46 Hari Tak Masuk Bakal Diberhentikan

Johannes Rettob menerangkan, nilai pagu dana untuk pembelian helikopter dan pesawat tersebut sebesar Rp85,7 miliar.

Dana Rp85,7 miliar tersebut sudah termasuk perijinan dan proses pemasukan serta praoperasi serta semua biaya yang timbul akibat pengadaan ini.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penyelidikan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua, Deddy Valeri Sawaki, menyebut sudah ada 34 orang yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi itu.

"Sudah 34 orang yang kami mintai keterangan perihal kasus itu, termasuk Plt Bupati Mimika," kata Deddy Valeri Sawaki. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved