Info Jayapura
Intip Tugu Kerukunan Umat Beragama di Kota Jayapura, Simbol Toleransi dalam Perbedaan
Adapun Tugu tersebut terletak pertigaan jalanan di Distrik Jayapura Selatan
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tugu Kerukunan Umat Beragama di Kota Jayapura, Provinsi Papua tampak gagah berdiri di jantung Distrik Jayapura Selatan.
Pantauan Tribun-Papua.com Rabu (18/1/2023), tugu tersebut secara visual berwarna dominan hitam dan warna putih kombinasi merah pada bagian ornamen khas Papuanya.
Tugu tersebut terletak pertigaan jalanan di Distrik Jayapura Selatan dan tak begitu jauh posisinya dari Kantor Distrik Jayapura Selatan.
Bentuk tugu persegi panjang dengan bagian atasnya dipasang plakat Harmony Award sebagai penghargaan dari Kemenag RI untuk Kota Jayapura.
Di bagian badan tugu terdapat ornamen khas Papua bercorak ukiran dengan warna hitam pada dasarnya dan merah, hitam, dan kuning untuk gambar ukirannya.
Terdapat simbol 5 agama yang ada di Kota Jayapura melalui 6 pilar persegi empat yang dibangun, masing-masing mewakili Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Pada pilar persegi itu terdapat gambar yang menjadi simbol agama masing-masing yaitu tempat ibadah.
"Tugu Kerukunan Umat Beragama di Distrik Jayapura Selatan ini sebagai pengingat untuk kita dalam momen hidup rukun, meskipun dalam perbedaan apapun, " kata Ketua FKUB Kota Jayapura, Carlos H Mano kepada Tribun-Papua.com di Abepura, Rabu (18/1/2023).
Baca juga: Tugu Libra, Ikon Kota Merauke Papua Selatan Dibangun Kembali
Carlos mengatakan, tugu tersebut juga didirikan di jantung Distrik Jayapura Selatan agar dapat mudah dilihat oleh masyarakat sebagai ajang merajut toleransi.
"Sekaligus memberikan kita semangat dan inspirasi untuk berkontribusi dalam pembangunan kota, walaupun berbeda secara agama, budaya, adat, bahasa, ataupun suku," tegasnya.
Ia menyebutkan, tugu ini juga mengingatkan masyarakat untuk berbuat hal-hal positif dan menghindari diri dari konflik horizontal yang dapat terjadi dan menimbulkan dampak negatif.
"Tugu ini juga dipasang plakat Harmony Award yang merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kerukunan hidup masyarakat di Kota Jayapura," tandasnya.
Baca juga: 5 Wisata Sejarah di Papua, Tugu MacArthur di Sentani hingga Kamp Konsentrasi di Boven Digoel
Maka dari itu, Carlos menyebutkan Papua memang rawan konflik, maka sesama anak bangsa harus saling mengingatkan, menjaga, dan menghargai satu sama lain.
"Saya mengimbau agar masyarakat dapat terus menjaga kerukunan di antara kita di Kota Jayapura, saling tebarkan cinta kasih untuk sesama dan hilangkan sifat negatif," imbaunya.(*)
1.039 Mahasiswa Uncen Diwisuda, Rektor: Jadilah Cenderawasih Muda yang Berdampak |
![]() |
---|
Ketua Senat Uncen Ingatkan Alumni: Jangan Hanya Cari Kerja, Tapi Ciptakan Lapangan Pekerjaan |
![]() |
---|
Dosen FKM Uncen Pakai Teknologi RO Bantu Warga Keerom Atasi Kesulitan Air Bersih |
![]() |
---|
Warga Perbatasan Papua Nugini Ikuti Pelatihan Barista di Koya Kota Jayapura |
![]() |
---|
Warga Distrik Kaureh Kabupaten Jayapura Minta Bupati Yunus Wonda Perbaiki Jalan Kampung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.