Info Mimika

Musdat ke-3 2023 Digelar, Direktur Eksekutif Lemasa: Tidak Ada Rekomendasi dan Ilegal!

Stingal Jhonny Beanal mengatakan, berlandaskan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Lemasa yang berlaku saat ini jadi penyebab.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Jhonny Beanal didampingu Anggota Dewan Pendiri Lemasa, Yohanes Kasamol saat memberikan keterangan pers, Jumat (20/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) pada, Kamis (19/1/2023) di Hotel Cartenz Timika menggelar Musyawarah Adat (Musdat) ke-3.

Namun gelaran Musdat ke-3 tersebut mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Jhonny Beanal dan Anggota Dewan Pendiri Lemasa, Yohanes Kasamol bahwa, Musdat tersebut tidak mendapat restu atau rekomendasi dari pimpinan tertinggi Lemasa saat ini.

"Lemasa pernah menyelenggarakan Musdat pertama pada 1994 dan kedua pada 2007 lalu karena ada rekomendasi dan surat perintah oleh badan pendiri sesuai prosedur dan aturan. Jadi saya tegaskan Musdat ke-3 yang dilakukan itu tidak ada rekomendasi," kata Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Jhonny Beanal kepada Tribun-Papua.com, Jumat (20/1/2022) di Timika.

Baca juga: Kembalikan Marwah Organisasi, Lemasa Gelar Musdat

Ia menyebut, berlandaskan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Lemasa yang berlaku saat ini jadi penyebab.

Jika Musyarawah Adat Lemasa diselenggarakan, maka syarat utama adalah berdasarkan rekomendasi penyelenggaran musyawarah adat yang dikeluarkan oleh badan pendiri Lemasa melalui Ketua Amungme Neisoeri (ketua dewan adat).

 

 

Rekomendasi penyelenggaran Musdat Lemasa tersebut kemudian diserakan secara resmi kepada direktur eksekutif Lemasa sebagai pelaksana harian untuk mempersiapkan panitia Musdat.

"Kami sangat sayangkan karena Musdat 2023 ini ilegal dan tidak sesuai mekanisme, prosedur, serta aturan yang berlaku di kelembagaan adat Lemasa," ucapnya.

Lanjutnya, saat ini para pimpinan tertinggi Lemasa menyampaikan secara tegas kepada oknum suku Amungme yang telah mengatasnamakan diri sebagai Mandatori Torei Negel segera mempertanggungjawabkan legalitasnya dihadapan pimpinan tertinggi Lemasa, dan juga kepada publik (suku Amungme) di tanah Amungsa.

Pertanggungjawaban dilakukan sebagai bukti kekuatan hukum termasuk Surat Keputusan (SK) yang diberikan kepad ketua dewan adat.

Baca juga: Siswa Asal Suku Amungme dan Kamoro Ikut Sosialisasi Masuk Sekolah Kedinasan

"Oleh karena itu realita menunjukan bahwa kelembagaan adat menyelenggarakan Musdat yaitu pada tahun 1994 dan 2007 itu sesuai dengan mekanisme dan prosedur Lemasa," kata Stingal.

Masih menurut Stingal, saat ini pimpinan Lemasa menyampaikan sikap seacara tegas bahwa Musdat ke-3 Lemasa, akan diselenggarakan pada tahun 2026 mendatang sesuai dengan berakhirnya masa kepemimpinan Direktur Eksekutif Lemasa selama 5 tahun susuai anggaran dasar Lemasa pasal 18 ayat 2.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved