Tribun Militer
Tangis Haru Lepas Prajurit TNI Satgas KIZI ke Republik Kongo
Tampak juga, beberapa anak tak kuasa menahan tangis karena tak ingin berpisah dengan pahlawan keluarganya.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Sharif Jimar
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Kontingen TNI Garuda Satgas KIZI Konga dari Denzipur 11/MA Merauke diberangkatkan ke Jakarta dari Bandara Mopah Merauke, Rabu (8/1/2023).
Sebelum diberangkatkan ke Republik Kongo, para prajurit bakal melalui pelatihan selama satu bulan di Jakarta.
Namun, sebelum berangkat dari Bandara Mopah, tampak momen haru antar para prajurit dengan keluarganya.
Baca juga: Danrem 174/ATW Merauke Lepas 175 Prajurit Satgas Kizi TNI ke Kongo
Saling berpelukan erat disertai ciuman kasih sayang antar prajurit dengan anak, istri, orangtua serta keluarga menjadi penanda bakal segera berpisah sementara prajurit dengan orang tercinta untuk menjalankan tugas mulia.
Tak jarang, air mata haru terus mengalir menyertai pelukan dan sandaran kepala istri di bahu prajurit.
Tampak juga, beberapa anak tak kuasa menahan tangis karena tak ingin berpisah dengan pahlawan keluarganya.
Serka Apri misalnya, satu diantara prajurit yang mendapat tugas mengaku baru pertama kali meninggalkan keluarganya untuk jangka waktu yang lama.
Meski tak mengeluarkan air mata, tampak rasa kerinduan yang akan dipendam selama kurun 1 tahun lamanya saat berada di Republik Kongo.
Setelah 15 tahun menjadi Prajurit, ini kali pertama dirinya mendapat tugas dan langsung mendapatkan tugas yang jauh.
“Ini pertama kali sejak saya jadi TNI selama 15 tahun,” kata Kerka Apri sambil menggendong anaknya kepada Tribun-Papua.com.
Meski terasa berat berpisah dengan keluarga tercinta, dirinya menyebut tugas sebagai seorang prajurit tetap harus dilaksanakan demi negara tercinta.
Baca juga: Aksi Prajurit TNI Selamatkan 4 Warga Sipil Kongo yang Dirampok Pemberontak, Lihat Videonya
Sementara, Ani, istri prajurit Serka Apri juga merasa sedih harus berpisah dengan suaminya, namun Ani berharap berharap melaksanakan tugas dengan baik dan dapat kembali dengan sehat untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
“Pasti berat, tapi mau bagaimana lagi, tugas negara harus dijalankan, semoga suami saya sehat sehat selalu,” kata Ani.
Hal yang sama turut dialami Susianti yang sedang hamil tua, Susianti harus merelakan kepergian suaminya untuk bertugas di luar negeri, padahal usia kelahiran anak kedua mereka tinggal menghitung hari saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/09022023-satgas_kizi_kongo.jpg)