Warga Distrik Paro Mengungsi
Kapolres Nduga Papua Jamin Warga Distrik Paro Mengunsi ke Kenyam Dapat Pelayanan Maksimal
Kalau masalah bahan makanan dan sembako, tidak perlu dikhawatirkan. Karena semua lengkap dan disediakan pemerintah
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Pasca-insiden pembakaran pesawat Susi Air yang diikuti penyanderaan pilot oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB Papua) pimpinan Egianus Kogoya, membuat warga Distik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan mengungsi ke Kota Kenyam untuk menyelamatkan diri.
Baca juga: Warga Distrik Paro Mengungsi, Kini Tak Berpenghuni Pasca-teror KKB Nduga Egianus Kogoya Cs
"Pemda Nduga dan Kementerian Sosial sudah turun melihat kondisi warga secara langsung dibantu jajaran TNI-Polri," ungkap Kapolres Nduga, AKBP Rio Alexander Panelewen kepada Tribun-Papua.com, Rabu (22/2/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini jumlah warga Distrik Paro yang mengungsi sebanyak 148 orang. Jumlah tersebut tersebut sesuai dengan data warga di tempat pungungsian.
"Kalau masalah bahan makanan dan sembako, tidak perlu dikhawatirkan. Karena semua lengkap dan disediakan pemerintah," tuturnya.
Masih menurut Kapolres Nduga, warga yang mengungsi ke Kota Kenyam semuanya adalah warga Distrik Paro dan beberapa kampung di sekitar Distrik Paro.
"Ada kemungkinan warga belum terdata karena saat mengungsi itu mereka ke keluarganya masing-masing yang ada di Kenyam," katanya.
Baca juga: Distrik Paro Kosong, Warga Mengungsi dan KKB Pimpinan Egianus Kogoya Sudah Berpindah Lokasi
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga Distrik Paro sebanyak 2.866 jiwa. Sementara saat ini di Kenyam tidak sampai jumlah tersebut.
Masih menurut Kapolres, 148 orang yang terdata tapi di Distrik Paro ada warga yang belum terdata lantaran mereka tidak tinggal di Paro.
"Ada yang tinggal di Timika, Wamena dan tempat lain. Warga Distrik Paro kan banyak juga pengungsian dari Mapenduma," terang Kapolres Nduga.
Baca juga: Perjuangan Warga Distrik Paro Mengungsi ke Kenyam Papua, Dansatgas: Mereka 5 Hari Jalan Kaki
Dirinya memastikan pekerja Puskesmas saat ini di Distrik Paro sudah tidak ada. Pekerja pembangunan fasilitas pemerintah lainnya di Distrik Paro untuk sementara diamankan guna menjaga situasi agar tetap kondusif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Kapolres-Jamin-Pengungsi.jpg)