ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kerusuhan di Wamena

Anggota DPR Papua: Tangkap Pelaku Kerusuhan di Wamena, Proses Aparat Penembak Massa!

Namantus menyebut upaya yang dilakukan kepolisian bukanlah pengamanan. Karena itu, ia meminta pelaku penembakan diproses secara hukum dan secara adat.

|
Penulis: Arni Hisage | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Arny Hisage
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Namantus Gwijangge merespon kericuhan di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Otoritas penegak hukum diminta menegakkan keadilan bagi korban kericuhan di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (23/2/2023).

Demikian disampaikan Anggota DPR Papua, Namantus Gwijangge di Wamena, Jumat (24/2/2023).

Sembilan orang meninggal dalam kondisi mengenaskan pada peristiwa ini.

Kericuhan disebabkan isu penculikan anak disebar di media sosial hingga membuat warga turun ke jalan dan melakukan pembakaran sejumlah kios.

Baca juga: Theo Hesegem: Ada Dugaan Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kericuhan di Sinakma Wamena

Massa lalu menyerang aparat keamanan menggunakan panah saat berupaya meredam situasi.

Namantus berharap aparat penegak hukum memberi rasa keadilan yang sama bagi korban warga asli Papua dan perantau.

Kepolisian juga diminta mengungkap hingga memproses para pelaku, termasuk penyebar informasi yang membuat Wamena berdarah.

"Kalau ini tidak jalan, nanti timbul ulang masalahnya, karena ini korban dalam jumlah besar," kata Namantus.

Ia menilai, kericuhan di Sinakma harus menjadi perhatian dan dapat diselesaikan secepat mungkin agar tidak berkepanjangan.

Kepolisian Resor Jayawijaya saat ini menangani kasus kericuhan yang terjadi di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Kepolisian Resor Jayawijaya saat ini menangani kasus kericuhan yang terjadi di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (Humas Polda Papua)

"Ini kejadian antara masyarakat sipil dan keamanan, jadi akar persoalannya dilihat baik digali dan diselesaikan secara baik, kami juga apresiasi Bupati yang sudah terlibat," ungkap Namantus.

Baca juga: Proses Pendidikan di Wamena Terhenti, Situasi Masih Labil Pasca-ricuh Isu Penculikan Anak

Ia menyayangkan sikap polisi meredam situasi dengan mengeluarkan tembakan ke arah massa.

Namantus menyebut upaya yang dilakukan kepolisian bukanlah pengamanan.

Karena itu, ia meminta pelaku penembakan diproses secara hukum dan secara adat.

"Penyelesaian secara budaya perlu dilakukan, tetapi juga para pelaku harus diproses hukum," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved