Kamis, 7 Mei 2026

Papua Terkini

Pernyataan Mahfud MD, Kerusuhan Wamena Hingga DPR RI Angkat Suara: Papua Baik-baik Saja?

Pasalnya, sejumlah kejadian yang bermula dari berita hoaks atau berita bohong merebak hingga menyebabkan terjadi kerusuhan dan juga pembunuhan.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com
PEMAKAMAN – Para warga sedang bersiap-siap melakukan prosesi pemakaman Sembilan korban meninggal dunia saat kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (25/2/2023) sore. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Pasca-gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), situasi dan kondisi di Bumi Cenderawasih sedikit tidak menentu.

Pasalnya, sejumlah kejadian yang bermula dari berita hoaks atau berita bohong merebak hingga menyebabkan terjadi kerusuhan dan juga pembunuhan.

Kasus pertama yang menyita public Indonesia hingga dunia adalah penyanderaan terhadap pilot Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.

Baca juga: Cerita Pengungsi Trauma dengan Kerusuhan Wamena yang Memakan Korban Jiwa: Saya Takut

Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan upaya pembebasan terhadap sang pilot.

Sebelum penyanderaan tersebut, Menkopolhuma Mahfud MD mengklain bahwa kondisi di Papua baik-baik saja pasca-ditangkapnya Lukas Enembe.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani pun angkat suara.

Christina pun mengingatkan Mahfud MD bahwa Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya, fakta di lapangan justru tidak mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

Legislator Golkar itu meminta pemerintah mengusut tuntas pemicu kericuhan, dan menemukan aktor intelektual di belakangnya.

Sebab, banyak kericuhan di Papua kerap dipicu oleh penyebaran berita bohong atau hoaks yang akhirnya dipercaya oleh masyarakat.

Baca juga: Pertanyakan Klaim Mahfud MD yang Sebut Papua Baik-baik Saja, DPR Nilai Fakta di Lapangan Berbeda

"Dalam catatan kami, pola ini terus berulang dalam kejadian lain di Papua, sebar hoaks, provokasi, lalu ciptakan kerusuhan," pungkas Christina.

Sebelumnya, situasi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mencekam pasca-aksi pembakaran oleh warga di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian.

Diketahui, kejadian pembakaran tersebut terjadi pada Kamis (23/2/2023) sekira pukul 12.30 WIT.

"Awal permasalahan yaitu warga melihat ada kendaraan membawa anak kecil yang diduga sebagai penculikan,” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S Napitupulu kepada Tribun-Papua.com, Kamis (23/2/2023)

Napitupulu mengatakan, kepolisian sudah merespon dengan cepat dan mengajak menyelesaikan masalah itu di Polres, namun masyarakat tetap tidak terima.

Baca juga: Polisi Buru Pelaku dari 2 Kasus Penganiayaan yang Terjadi di Wamena Papua Pegunungan

Saat pihak aparat ingin kembali ke Polres guna melakukan pertemuan, warga tidak terima dan melakukan penyerangan terhadap aparat dan berujung pembakaran terhadap rumah warga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved