Senin, 18 Mei 2026

Pemkab Jayapura

WASPADA Demam Berdarah di Kabupaten Jayapura, Dinkes: Ada 32 Kasus dan Satu Meninggal

Saat ini sudah ada 32 kasus yang terjadi dari Januari hingga Maret hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Sekertaris Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sitohing mengumumkan status waspada demam berdarah kepada masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mengumumkan status waspada deman berdarah bagi masyarakat di wilayahnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sitohing mengatakan pihaknya kini secara intensif melakukan pemantauan demam berdarah tinggi.

Saat ini sudah ada 32 kasus yang terjadi dari Januari hingga Maret hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Dibanding tahun lalu, ini adalah angka kasus yang terjadi dalam setahun.

Baca juga: KLB Demam Berdarah di Asmat Tercatat 67 Kasus, Dinkes Papua: Satu Meninggal Dunia

"Peningkatannya cukup besar dan terlaporkan satu orang meninggal. Hal ini membuat kami dalam posisi waspada. Tetapi kita belum KLB."

"Kita berharap dengan intervensi selama satu minggu ini sudah siapkan. Bisa meluputkan Kabupaten Jayapura dari KLB," ujarnya ketika dihubungi Tribun-Papua.com, Selasa (14/3/2023).

Adapun di Papua dan Nabire, Papua Tengah sudah ada kejadian luar biasa (KLB) akibat campak dan demam berdarah (DBD).

Pihaknya kemudian mengambil langkah cepat dan merapatkannya bersama Puskesmas yang terdampak luas.

Edward menjelaskan demam berdarah tinggi yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh virus.

Kemudian ditularkan dengan dengan nyamuk Aedes Aegypti.

Berbeda halnya dengan penyakit malaria, yang mana penderita minum obat dan langsung sembuh.

"Jadi nyamuk gigit penderita yang terjangkit virus demam berdarah dan disebarkan ke orang-orang, daya tahan tubuh harus kuat untuk melawan virus ini," katanya.

Sementara itu, 32 kasus yang terjadi ada di Distrik Sentani dan Waibu.

Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah pencegahan, pertama fogging massal di dua distrik dilakukan mulai 15-22 Maret 2023.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved