Minggu, 12 April 2026

Info Mimika

Misa Perutusan Panitia Pra IYD III Keuskupan Timika, Pemuda Katolik Harus Bangkit

Misa perutusan dipimpin oleh Pastor Andreas Madya, SCJ dan Konselebran Pastor Maxilimianus Dora OFM, serta Pastor Suseno, SCJ, pada Sabtu (18/3/2023).

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
istimewa
Penyerahan bendera IYD dari Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Pastor Maxilimianus Dora, OFM kepada Ketua Panitia Pra IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Komisi Pemuda Keuskupan Timika menggelar misa perutusan panitia Pra Indonesian Youth Day (IYD) III Keuskupan Timika, tahun 2023 di Kapela Kantor Keuskupan Timika yang nantinya akan berangkat mengikuti IYD di Keuskupan Agung Palembang pada 26-30 Juni 2023.

Misa perutusan dipimpin oleh Pastor Andreas Madya, SCJ dan Konselebran Pastor Maxilimianus Dora OFM, serta Pastor Suseno, SCJ, pada Sabtu (18/3/2023) sore.

Dalam khutbahnya, Pastor Andreas Madya, SCJ  mengatakan, orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan.

Sesuai dengan sirman Tuhan dalam Injil Lukas 18:9-14, perumpamaan tentang pemungut cukai, pastor Andreas menegaskan barang siapa meninggikan diri akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan.

Menurutnya, sifat meninggikan diri, kesombongan akan membuat sesorang merendahkan orang lain dan itu tidak mungkin menjadi dasar untuk membangun persatuan.

"Ini yang ingin kita capai dalam IYD bahwa orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan.

Lebih lanjut kita harus bersikap seperti pemungut cukai merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan kita datang dengan menyombongkan diri, dengan penuh kebanggan memuji diri sendiri," ungkap Pastor Andreas kepada Tribun-Papua.com, Minggu (19/3/2023) di Timika.

Ia menyebut, sikap merendahkan diri di hadapan Allah ini karena menyadari betapa besar anugerah dan kasih Allah adalah dasar untuk membangun persatuan.

Baca juga: Natalius Pigai: Penahbisan Uskup Jayapura Catat Sejarah Baru bagi Orang Papua

Fokus dan misi Keuskupan Timika mau mewujudkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gereja universal.

"Kita dipanggil gereja untuk bangun, bersatu, bangkit dan bersaksi. Kita mulai ini dari orang muda," ujar Pastor Andreas yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika.

Ia menjelaskan, tahun ini Keuskupan Timika merayakan pra IYD III yang puncaknya nanti IYD Nasional di Palembang  Bulan Juni mendatang yang mengambil tema orang muda Katolik bangkit dan bersaksi.

Menurutnya, tema ini dilandasi sikap besar. "Orang muda Katolik harus bangkit dan bersaksi melalui IYD ini," katanya.

Lanjutnya, IYD  jika dikaitkan dengan Surat Gembala Keuskupan Timika pada masa pra Paskah ini dengan tema tungku api kehidupan sebenarnya sudah mengajarkan umat Katolik untuk bersatu.

"Tanpa tungku api, kita tidak bisa hidup. Tema ini berkaitan dengan kearifan lokal, tungku api ini sangat penting karena jika dalam keluarga tidak ada tungku api maka tidak ada kehidupan," tuturnya.

Baca juga: Aloysius Giyai: Penahbisan Uskup Jayapura Bawa Peradaban Baru dalam Gereja Katolik di Papua

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved