ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

MIRIS! KKB Ajak Remaja Teribat dalam Perang Melawan Negara

Hal ini terjadi saat TNI-Polri melaksanakan pencarian pilot Susi Air di wilayah Nduga maupun di wilayah lainnya.

|
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Humas Polda Papua
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga melanggar HAM karena mengajar remaja usia sekolah untuk angkat senjata melawan TNI-Polri di wilayah pegunungan Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA –Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga melanggar HAM karena mengajar remaja usia sekolah untuk angkat senjata melawan TNI-Polri di wilayah pegunungan Papua.

Hal ini terjadi saat TNI-Polri melaksanakan pencarian pilot Susi Air di wilayah Nduga maupun di wilayah lainnya.

KKB juga kerap melakukan provokatif di media sosial bahkan mengajak secara langsung dengan mendatangi para remaja untuk menyerang aparat TNI yang sedang bertugas.

Baca juga: Masyarakat Intan Jaya Geram Sering Dijadikan Tameng oleh KKB, Ini Responnya!

Seorang warga yang tidak ingin disebut namanya menyampaikan, KKB dan simpatisannya berupaya mengajak dan mempengaruhi remaja pelajar SMPdan SMA di Nduga untuk bergabung dalam gerombolan tersebut.

"Mereka mengajak para remaja untuk serang apatat yang sedang bertugas," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/4/2023).

 

 

Ia mengungkapkan, KST atau KKB ini sangat biadab di mana, usai menjadikan tameng kaum perempuan dan anak-anak saat menyerang aparat TNI beberapa waktu lalu di Mugi-Mam Nduga mengakibatkan prajurit TNI menjadi korban.

“Kini gerombolan KST justru mengajak remaja pelajar SMP dan SMA untuk menyerang aparat TNI Polri," ujar Herman.

Ia menyebut, kejadian ini sangat disesalkan, untuk itu, kata Herman, tidak salah apabila warga di Nduga maupun di Intan Jaya dan daerah lainnya mulai melakukan perlawanan kepada KKB.

"Jadi keluarga ataupun anak-anak mereka menjadi tumbal dari KST atau KKB ini," kata Kapendam.

Baca juga: 3 Tukang Ojek di Puncak Jaya Sempat Disandera OTK, Ini Penjelasan Polda Papua

Dikatakan, Kapendam bahwa, sebelumnya Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono saat berkunjung di Timika mengungkapkan kondisi seperti itu membuat Prajurit TNI harus berhadapan dengan perempuan dan anak-anak.

Hal tersebut kata Panglima TNI mengakibatkan Prajurit menjadi bingung, sehingga terjadilah kejadian penyerangan kepada aparat.

Lebih lanjut, Kapendam XVII/Cenderawasih berharap kerjasama dari semua elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menolak ajakan gerombolan KST.

"Kita semua hati-hati dengan ajakan kepada Para remaja pelajar oleh KST. Jika ada maka bisa dilaporkan dan tentunya jangan terpengaruh," tegas Kolonel Kav Herman. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved