KKB Papua
Ubah Pola Penanganan KKB, Kapolda Papua: Aksi Teror Mereka Makin Brutal
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya akan mengubah pola penanganan terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB).
TRIBUN-PAPUA.COM - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya akan mengubah pola penanganan terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Pola penanganan KKB dari yang selama ini adalah operasi penanganan akan diubah menjadi operasi penegakan hukum.
Hal itu dilakukan karena serangan KKB yang makin brutal.
Selain itu, perubahan tersebut juga dilakukan guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif dan mempersempit ruang gerak KKB.
"Langkah ini segera dilakukan mengingat tingkat aksi teror yang dilakukan KKB semakin brutal kepada masyarakat," kata Fakhiri.
Baca juga: Bantah Lakukan Pengeboman di Nduga, Kapendam XVII/Cenderawasih Sebut KKB Playing Victim
Fakhiri mengatakan ia akan bertemu dengan beberapa satuan tugas (satgas) di Mimika dalam waktu dekat untuk membahas mengenai hal tersebut.
Fakhiri juga akan mengundang Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob dan beberapa tokoh adat dan tokoh masyarakat guna membahas langkah penegakan hukum bagi KKB.
"Rencana Minggu ke Timika untuk menggelar pertemuan dengan beberapa Satgas hukum yang ada di sana," tegasnya.
Ia menambahkan, siap menindak siapa saja yang menjadi bagian dari pergerakan KKB, baik itu yang terlibat langsung maupun yang berada di balik layar dari pergerakan KKB.
"Kita betul-betul tidak boleh lagi memberikan ruang bagi mereka (KKB) untuk melakukan aksi kejahatan yang bukan hanya merugikan masyarakat sipil, tetapi juga merengut nyawa aparat keamanan yang bertugas,” tandasnya.
Baca juga: Eskalasi Serangan KKB Meningkat, Wilem Wandik: Ubah Paradigma Tentang Papua
Panglima TNI Tetapkan Status Siaga Tempur di Daerah Rawan KKB
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan akan meningkatkan status operasi Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi menjadi siaga tempur.
Hal tersebut menyusul baku tembak prajurit TNI dengan KKB di wilayah Mugi-Mam Kabupaten Nduga Papua pada Sabtu (15/4/2023) lalu.
Saat insiden tersebut, para anggota TNI tengah bertugas melakukan upaya pembebasan pilot Susi Air yang disandera KKB.
Yudo menegaskan status siaga tempur tersebut tidak akan dilakukan di seluruh wilayah Papua melainkan hanya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23122022-Mathius_D_Fakhiri-1.jpg)