Minggu, 12 April 2026

Info Haji 2023

Syahrul Effendi, Satpam Kantor MUI yang Nyaris Tertembak Jadi Haji Abidin

Andai siang itu (saya tak pergi suntik Meninghitis di klinik bandara, mungkin saya sampai di Mekah, Pak Haji

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
MENUJU TANAH SUCI – Satpam Kantor MUI, Syahrul Effendi (kiri) foto bersama jurnalis Tribun Network, Nur Thamzil Thahir di dalam pesawat yang membawanya menuju Tanah Suci. Satpam yang nyaris tertembak di Kantor MUI itu menjadi Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA – LOLOS menjadi petugas haji 2023 adalah takdir sekaligus Panggilan Tuhan bagi Syahrul Effendi (46).

Personel satuan pengamanan (satpam) Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pejaten, Jakarta Selatan ini, selamat dari insiden penembakan, Selasa (2/5/2023) tiga pekan lalu, justru karena lagi mempersiapkan keberangkatannya ke Tanah Suci.

"Andai siang itu (saya tak pergi suntik Meninghitis di klinik bandara, mungkin saya sampai di Mekah, Pak Haji," kata Syahrul, kepada Tribun, Sabtu (20/5/2023) sore, sesaat sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Baca juga: DPR dan Kemenag Sepakat 8.000 Kuota Haji Tambahan 2023 untuk Lansia Haji Reguler

Syahrul mengisahkan "takdir panggilan hajinya," di kabin kursi 28 penerbangan GA 890 dari Cengkareng Jakarta ke Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat inilah yang mengantar sekitar 340 anggota Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) Arab Saudi 2023 ke Tanah Suci.

Di musim haji 1444 Hijriyah ini, Syahrul ditempatkan sebagai petugas layanan transportasi di Sektor III, Daerah Kerja Madinah.

"Setelah lulus tes CAT dan wawancara, di bimtek saya ditempatkan layanan Lansia. lalu dipindah ke Yanpul (layanan keberangkatan dan kepulangan jamaah), pas mau berangkat di (asrama Haji Pondok Gede) dipindah lagi ke Transportasi," ujar Syahrul yang duduk di kursi 28 H GA 890 CKG-JED.

Syahrul sudah 21 tahun jadi satpam di kantor MUI.

"Saya sudah satpam paling senior di MUI," ujar jebolan SMP swasta di kawasan Manggarai, Jakarta itu.

Kala Mustofa NR menyerang, menembak dan melukai satu satpam dan dua staf resepsionis kantor MUI, Syahrul lagi suntik vaksin Meningitis di klinik kantor kesehatan pelabuhan dan bandara di Jakarta.

Baca juga: Dampingi Wamen Agama Resmikan 2 Gedung di Asrama Haji Jayapura, Ridwan: Saya Harap Dikelola Baik

Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB itu, sejatinya jadi jatah shift tugasnya. Bagi Syahrul, momen itu bertepatan hari terakhir penyetoran kelengkapan dokumen perjalanan bagi calon petugas haji.

Dia mengaku, si pelaku hapal betul mukanya. Dua kali pelaku datang ke kantor MUI di kawasan Pejaten Menteng, Syahrul lah yang selalu menghalanginya untuk bertemu Ketua MUI, KH Miftachul Akhyar.

"Saya ingat dan catat, dia datang pertama 12 Desember 2022, lalu datang lagi bulan Februari 2023, membawa surat bahwa dialah Nabi terakhir yang diutus ke bumi," kenang Syahrul.

Baca juga: Biaya Haji 2023 Disepakati, Rata-rata Rp 90 Juta per Jemaah Haji Reguler

Dialah yang selalu menerima Mustofa di pos penjagaan dan resepsionis di Lobi kantor MUI.

"Dia selalu cari Pak Kiai, ketua MUI dan selalu memaksa pengurus MUI baca suratnya."

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved