Info Haji 2023
Syahrul Effendi, Satpam Kantor MUI yang Nyaris Tertembak Jadi Haji Abidin
Andai siang itu (saya tak pergi suntik Meninghitis di klinik bandara, mungkin saya sampai di Mekah, Pak Haji
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: M Choiruman
Mustafa dilaporkan meninggal dunia setelah insiden itu. Bukan tertembak aparat melainkan, shock akibat asma yang dideritanya.
Syahrul menceritakan, keajaiban di insiden berdarah kantor MUI. Keponakannya yang satpam terluka di dada terkena peluru air soft gun, tapi rompinya tak tembus dan tak ada bocoran peluru.
Baca juga: Ini Pesan Gubernur Lukas Enembe usai Menyerahkan 520 Alquran kepada Jemaah Haji Papua
Sementara, si wanita staf respaioni, tak ada bekas peluru di baju namun terluka di dada.
"Ini mukjizat haji mungkin Pak, saya yang diincer si Mustafa gila Nabi itu, justru urus dokumen haji saat kejadian," ujar Syahrul, yang kini dipercaya mengkoordinir dua satpam muda di Kantor MUI.
Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam di kantor pusat MUI di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (02/05) menyebut surat sebagaimana dilaporkan sejumlah media, si pelaku meminta Ketua MUI untuk menerima klaimnya sebagai "orang yang diutus" dan mempersatukan umat Islam.
Pelaku disebut sudah beberapa kali bolak-balik ke kantor MUI dan meminta untuk bertemu Ketua MUI. Menurut Syahrul, Insiden Selasa (2/5/2023) adalah kedatangan Mustofa yang ketiga kali ke kantor MUI.
Di momen itu, jam tugas Syahrul dialihkan ke satpam lain, yang masih keponakannya di kampung Betawi belakang kantor MUI, Manggarai.
Syahrul adalah Anak Betawi asli. Dia lahir dan besar di Manggarai. Karier satpam-nya di kantor MUI dimulai dari juru parkir.
Berbekal ijazah SMP, Dia diajak paman dari ayahnya ikut bantu-bantu jadi OB, juru parkir di kantor MUI, akhir dekade 1990-an.
Baca juga: Haji Asri Yelipele, Dari Guru Honorer Hingga Jadi Pengurus Masjid
Kisah awal Syahrul lolos jadi petugas haji, juga jauh dari mimpinya. Di awal Februari 2022, kepala sekretariat Kantor MUI, tiba-tiba datang meminta identias-nya.
"Saya lagi jaga di Pos. Pak Kepala sekretariat kantor, minta KTP. Besoknya sudah ada pemberitahuan untuk ikut test PPIH di Pondok Gede." kenang ayah dari tiga anak ini.
Di MUI ada tradisi tak tertulis, mereka yang sudah mengabdi dua dekade, biasanya dapat jatah undian untuk jadi Haji Abidin.
Abdin adalah akronim dari Haji Atas Biaya Dinas Negara. Istilah ini populer dekade 1980-an, sebelum ada nomenklatur PPIH atau haji non kloter.
Baca juga: Pemprov Papua Lepas 491 Jemaah Haji, Musaad: Jaga Marwah dan Citra Indonesia
Syahrul kini tinggal di Depok, Jakarta. Dia menikah dengan wanita Betawi Jawa bersama tiga anaknya.
"Satu anak kandung, dua anak angkat."
Kala ikut Computer Assesment Test (CAT) nilainya hanya 15 poin, jauh dari standar angka kelulusan 60.
Namun saat wawancara, dia lolos tes mengaji, dan menceritakan suka dukanya 20 tahun mengabdi di kantor MUI.
Di Arafah, saat wuquf nanti, Syahrul hanya dapat titipan doa dari istri dan keluarganya, agar juga mereka didoakan bisa naik haji atau umrah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Syahrul-Effendi-Naik-Haji.jpg)