Rabu, 13 Mei 2026

KKB Papua

Connie Bakrie: Ada Tentara Bayaran di Belakang KKB Papua

Hingga kini, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih terus melakukan teror di Bumi Cenderawasih.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie meyakini KKB Papua tidak mampu bertahan dan terus melakukan serangkaian aksi pemberontakan atau separatis jika tidak disokong pihak lain. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hingga kini, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih terus melakukan teror di Bumi Cenderawasih.

Bahkan, KKB pimpinan Egianus Kogoya kini sudah menyandera pilot Susi Air, Philip Mark Merthens.

Philip disandera sejak 7 Februari 2023 lalu di Hutan Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan hingga saat ini.

Baca juga: Mayjen Izak Pangemanan: Penyanderaan Pilot Susi Air Sebenarnya karena Permasalahan Sosial Saja

Melihat eksistensi dari KKB tersebut, Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie angkat suara.

Menurut Connie, ada tentara bayaran yang berada di belakang KKB di Papua.

Connie Bakrie meyakini KKB Papua tidak mampu bertahan dan terus melakukan serangkaian aksi pemberontakan atau separatis jika tidak disokong pihak lain.

 

 

Berbicara dalam Pos Kupang Podcast pada Selasa (30/5/2023), pengamat dari Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung ini menyebut bahwa tentara bayaran yang 'bermain' di Papua bisa berasal dari organisasi tentara bayaran asing.

"Nggak mungkin anda (KKB Papua) mampu kalau tidak disuport sesuatu. Bisa kekuatan dari Inggris, Amerika, Australia, New Zealand," sebut Connie Bakrie.

Ia menyebut, operasi tentara bayaran dalam aktivitas dan aksi aksi separatis di Papua bisa diukur.

"Ada tentara bayaran (di Papua). Mau diakui atau tidak, kita bisa ngukur. Dan ini TNI tidak mungkin tidak tahu," ujar perempuan kelahiran Bandung, 3 November 1964 itu.

Baca juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Minta Egianus Kogoya Segera Bebaskan Pilot Susi Air

Dia mengingatkan bahwa, konsep tentara bayaran tidak lagi harus berperawakan bule atau orang asing. Organiasi tentara bayaran bisa membayar para desersi lokal untuk kepentingan mereka.

"Tentara kita yang desersi juga masuk ke mereka. Ada pengakuan dari mereka bahwa mereka dibantu orang batak, dan lain lain," kata perempuan yang meneliti tentara Israel itu.

"Jangan liat siapanya, tapi pasti di belakang itu ada tentara bayaran," lanjut dia lagi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved