Kamis, 9 April 2026

KKB Papua

Pangdam XVII/Cenderawasih Minta Egianus Kogoya Segera Bebaskan Pilot Susi Air

Pangdam menyampaikan, ancaman Egianus Kogoya untuk menembak mati pilot berpaspor Selandia Baru itu sama sekali tidak ada gunanya.

|
Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Hans
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Izak Pangemanan, meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya untuk segera bebaskan Kapten Philip Mark Mehrtens. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yohanes Musanus Palen

TRIBUN-PAPUA.COM-JAYAPURA – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Izak Pangemanan, meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya untuk segera bebaskan Kapten Philip Mark Mehrtens.

 “Sikap saya adalah mengimbau Egianus Kogoya dan kawan-kawan yang ada di Kabupaten Nduga untuk segera bebaskan saja Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens itu,” ucap Mayjen Izak Pangemanan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/5/2023) siang.

Pangdam menyampaikan, ancaman Egianus Kogoya untuk menembak mati pilot berpaspor Selandia Baru itu sama sekali tidak ada gunanya.

Baca juga: Ini Sosok Anggota DPR Papua yang Minta TPNPB-OPM Tidak Tembak Mati Pilot Susi Air

Apalagi ini adalah negara yang berdaulat dan kedalautan Negara Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, diakui oleh seluruh dunia.

Kalaupun negara lain akan melibatkan diri dalam hal ini, maka harus izin kepada Pemerintah Indonesia, sehingga tidak datang begitu saja.

Kata Pangdam, harus disadari pula dengan kejadian penyanderaan ini, banyak masyarakat yang menderita dan harus mengusi karena merasa takut.

Baca juga: Kabid Humas: Polda Papua Selidiki Video Ancaman KKB terhadap Pilot Susi Air

Pangdam mencontohkan, masyarakat yang ada di Distrik Paro, Mugi, dan Yal yang tadinya sudah hidup dengan damai dan aman, kini terpaksa harus mengungsi.

Begitu juga dengan yang dialami masyarakat di daerah-daerah yang lainnya di wilayah Nduga.

“Semua masyarakat sudah tidak ada lagi di wilayah ini. Mereka mengusi. Namanya pengungsi kan hidupnya pasti menderita, karena ada ketakutan,” tuturnya.

Pangdam menjelaskan, penyanderaan ini membuat masyarakat menderita, sehingga pihaknya berpikir untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini.

“Jadi saya pikir ini kita selesaikan saja ya, TNI bersikap damai. Jalan damai itu adalah yang terbaik bagi masyarakat Papua.  Saya mengimbau tidak ada lagi darah yang tertumpah di tanah ini. Kita harus sama-sama ciptakan damai di Tanah Papua yang kita cintai ini,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved