YPMAK
OKIA Beri Aspirasi, Ini Tanggapan Direktur YPMAK Vebian Magal
Direktur YPMAK, Vebian Magal mengatakan, aksi diakukan itu terkait dengan penambahan kuota peserta beasiswa
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) pada, Selasa (29/8/2023) mendatangi kantor Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menyampaikam aspirasi.
Kedatantangan ratusan masyarakat ini dengan membentangkan spanduk bertuliskan OKIA mempertanyakan PTFI dan YPMAK bagaimana nasib anak-anak generasi Amungme Kamoro tentang pendidikan.
Adapun isi tiga tuntutan yang dibacakan pada penyampaian aspirasi tersebut antara lain, hilangkan peserta beasiswa 3.000 dan membuka peserta beasiswa 1.000 per tahun, hentikan pengiriman peseeta beasiswa ke daerah Papua dan buka kembali di luar Papua dan kembalikan peserta beasiswa khusus kepada anak tiga desa dan lima daskam.
Baca juga: OKIA Geruduk Kantor YPMAK di Timika Papua Tengah, Ada Apa?
Direktur YPMAK, Vebian Magal usai melalukan pertemuan dengan para demonstran mengatakan, aksi diakukan itu terkait dengan penambahan kuota peserta beasiswa, batalkan pengiriman peserta beasiswa ke wilayah Papua dan beasiswa khusus itu merupakan point sah-sah saja.
"Saya mau sampaikan bahwa, selama masih ada anggaran maka kami bisa akomodir. Tetapi sayangnya perubahan itu harus didorong ke rapat pembina bersama PTFI," kata Vebian kepada Tribun-Papua.com.
Ia mengatakan, YPMAK hanya pelaksana dari keputusan diambil oleh pembina dan pihaknya tidak bisa menerima begitu saja aspirasi masyarakat.
"Memang informasi tuntutan itu penting agar dilakukan transparansi karena banyak orang yang ternyata tidak memiliki data. Lanjutnya, kita tidak bisa menjawab sesuatu berdasarkan asumsi karena kita harus berbicara tentang data dan fakta," tuturnya.
Ia menyebut, adapun fakta selama ini seperti dari tahun 2000 hingga 2009 YPMAK selalu konsisten pada 800 kuota peserta beasiswa kala ini yang kini meningkat jadi 3.000.
Ini karena masyarakat sangat ketergantungan dengan perusahan sehingga kebutuhan mejadi meningkat disusul semakin banyak kegiatan lain yang perlu diakomodir.
"Kalau dulu tidak ada masalah karena data itu tidak terbuka untuk publik. Kalau sekarang kan kita tranparansi makanya jadilah seperti ini," katanya.
Lanjut Vebian, di tahun 2023 YPMAK mengelola dana kemitraan PTFI senilai Rp 615 miliar untuk semua program.
Dari angka tersebut, sebanyak Rp 280 miliar lebih dialokasikan untuk pendidikan.
"Artinya anggaran semakin naik dikarenakan kuota peserta beasiswaya setiap tahunnya bertambah begitupun anggarannya. Jadi saya harap OKIA merupakan wadah yang tepat untuk mengsosialisasikan ini kepada masyarakat," jelasnnya.
Menurutnya, selain program pendidikan, program kampung juga telah dilakukan di semua kampung baik di area gunung dan pesisir yang selama ini belum tersentuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/okia-demo-ypmak-respons.jpg)