Senin, 18 Mei 2026

Papua Terkini

Ini Cara Ampuh Deteksi Penyakit Saluran Cerna dengan Gastroskopi dan Kolonoskopi

Endoskopi untuk saluran pencernaan terbagi menjadi dua, yakni gastroskopi dan kolonoskopi.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI - Mayapada Hospital. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Rasa sakit atau keluhan terhadap saluran cerna seringkali terjadi, padahal kesehatan saluran pencernaan dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Gangguan atau penyakit pencernaan sangat bermacam-macam, meliputi diare, refluks gastroesofagus atau GERD, Esofagitis, pectic ulcer/tukak lambung, infeksi usus, hingga keganasan seperti kanker lambung, kanker pankreas, kanker hati dan kanker usus besar.

Seluruh penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan dapat diketahui sesegera mungkin melalui proses skrining dan diagnosis meliputi pemeriksaan fisik, tes darah samar pada feses, serta endoskopi.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Gangguan Saluran Cerna Bawah, Ini Penjelasan Dokter

Endoskopi untuk saluran pencernaan terbagi menjadi dua, yakni gastroskopi dan kolonoskopi.

Pemeriksaan gastroskopi dilakukan dengan memasukkan alat berupa selang tipis dan panjang yang dilengkapi kamera ke dalam tubuh melalui mulut untuk melihat saluran cerna bagian atas, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung hingga usus halus.

 

 

Sedangkan kolonoskopi bertujuan untuk melihat saluran cerna bagian bawah yakni usus besar dan rektum (ujung usus besar dan berakhir di saluran pendek yang menuju anus) dengan memasukan alat melalui rektum.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Surabaya, dr Dewanto Tedjopranoto, Sp PD mengatakan, masyarakat perlu waspada ketika merasakan keluhan dan tidak nyaman terhadap pencernaannya.

“Dalam kasus gangguan seperti maag berulang, muntah yang tidak kunjung selesai, muntah atau BAB berdarah, atau jika terasa benjolan di ulu hati, merupakan indikasi dan tanda yang kuat untuk segera melakukan pemeriksaan endoskopi,” kata Dewanto.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Hepatitis Akut yang Menular Lewat Saluran Cerna dan Saluran Pernafasan

Namun, kata Dewanto, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menjalani gastroskopi maupun kolonoskopi.

“Karena di Indonesia, pemeriksaan ini sudah umum dilakukan oleh para dokter hebat di Indonesia spesialis penyakit dalam,” ujarnya.

Kata Dewanto, di Indonesia, prevalensi penyakit saluran cerna seperti GERD sudah mencapai 27,4 persen.

Selain itu, dilansir dari jurnal ahli epidemologi yang diterbitkan nature communications, 35 persen orang yang pernah menderita Covid-19 memiliki peningkatan risiko terkena GERD.

Data dari Global Cancer Observatory juga menunjukkan bahwa di Indonesia, kanker usus besar (kolorektal) menempati peringkat ke-4 untuk kasus kanker baru terbanyak dan diikuti oleh kasus kanker hati yang menempati peringkat ke-5.

Baca juga: Penelitian Terbaru Kaitkan Kolesterol Tinggi dengan Penyakit Saluran Cerna Bagian Bawah

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved