Jaringan Internet Putus di Merauke
Kabel Optik Telkom di Merauke Rusak, Pendapatan Pedagang Online Menurun
Selama jaringan rusak hampir satu minggu ini, saya sering keluar rumah sampai tengah malam hanya untuk cari jaringan internet.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Putusnya kabel optik milik Telkom di bawah laut berimbas pada aktifitas pemerintah daerah dan masyarakat Merauke yang berjalan tidak maksimal.
Jumrah (27), satu di antara warga Merauke, yang berprofesi sebagai pedagang online mengeluhkan dampak dari rusaknya jaringan internet milik Telkom, membuat dirinya terpaksa keluar rumah hingga larut malam untuk mencari jaringan internet.
Baca juga: PT Telkom Witel Papua: Gangguan Internet Ruas Merauke-Timika Murni Kejadian Force Majeure
"Selama jaringan rusak hampir satu minggu ini, saya sering keluar rumah sampai tengah malam hanya untuk cari jaringan internet,” keluh Jumrah saat ditemui Tribun-Papua.com di depan monumen kapsul Waktu, Kamis (21/9/2023).
“Kalau saya tidak nekat keluar malam, bagaimana dengan dagangan saya mas, soalnya barang dagangan saya tiba bertepatan jaringan mulai rusak.”
“Ditambah lagi cicilan saya harus saya bayar setiap minggu, jujur saya pusing mas mikirnya," sambung Jumrah.
Jumrah merupakan satu di antara warga Merauke yang bermodalkan nekat. Dirinya harus bertaruh nyawa di pinggir jalan demi mendapatkan jaringan Internet untuk menjual dagangannya.
"Biasa sampe jam 11:00 WIT, itu sudah mulai banyak orang mabuk, daripada saya kenapa-kenapa, saya harus pulang, besoknya lanjut cari jaringan lagi," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ujian Online CPNS di Marauke Terkandala Internet Putus
Hal yang sama juga dikeluhkan Samuel (30), yang keseharian sebagai tukang ojek online di Merauke.
Rusaknya jaringan internet berdampak pada pendapatannya yang menurun.
"Beberapa hari ini semenjak jaringan rusak, pendapatan saya menurun sekali. Biasanya sehari bisa dapat Rp 250 ribu, dengan kondisi jaringan seperti ini, pendapatan tidak jelas.”
“Jaringan rusak begini yang diandalkan hanya modal telepon biasa saja, sehari cuma dapat 100 ribu, itupun tidak tiap hari dapat," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/21092023-warga_merauke.jpg)