Info Yahukimo
Jelang Pemilu 2024, Didimus Yahuli: Banyak Berita Tidak Benar Tentang Yahukimo
Selama ini, Didimus kerap mengupdate semua pemberitaan Kabupaten Yahukimo oleh media online.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Lidya Salmah
Laporan wartawan, Tribun-Papua.com Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sebanyak 11 warga di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dikabarkan meninggal dunia akibat bencana kelaparan melanda daerah tersebut.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli mengatakan, sebelas orang yang meninggal itu berasal dari kampung yang jauh, dan kejadiannya juga di waktu yang berbeda.
Baca juga: Bupati Didimus Luruskan Berita Kematian Balita di Yahukimo: Ada Kelalaian Orangtua
Kendati demikian, Didimus mengklaim, bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Karena dari Puskesmas dan Camat mereka ini anak asli, selama ini mereka kerja apa kok tidak kasih laporan dan tidak kasih progress, tapi suka bicara di media,” katanya saat dikonfirmasi Tribun-Papua.com, Rabu (18/10/2023).
Hingga saat ini, Pemerintah Yahukimo masih mengirimkan bantuan beras sebanyak 4 ton beras untuk warga di sana.
“Masih kirim ada 4 ton beras,” akunya.
Didimus menduga, kematian warga akibat musibah kelaparan itu sengaja dibesar-besarkan karena berkaitan dengan momen Pemilu 2024 yang tinggal beberapa bulan lagi.
"Jadi menjelang Pemilu ini kalau orang publik tidak hati-hati untuk menilai atau menyimak berita-berita, maka orang akan memanfaatkan menciptakan opini untuk menciptakan hal-hal yang negatif," terang Didimus.
Selama ini, Didimus kerap mengupdate semua pemberitaan Kabupaten Yahukimo oleh media online.
Ia melihat, ada beberapa yang ditulis wartawan dengan informasi yang keliru.
"Seperti kematian itu, saya selalu dalam panggung manapun saya selalu sampaikan kekurangan orang pedalaman, di mana mereka andalkan daun gatal. Kadang-kadang mereka potong babi, lihat dulu darahnya sakit bagian mana," katanya.
Baca juga: Brutal dan Sadis, Legislator Papua Sebut Pembantaian Warga Sipil di Yahukimo Pelanggaran HAM
Padahal, kata Didimus, Pemerintah membangun Puskesmas untuk masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Begitu juga dengan Apotek, masyarakat bisa diberikan obat yang tepat standar Kementerian kesehatan.
"Apapun yang terjadi itu harus dibawa ke rumah sakit," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/18102023-Didimus.jpg)