Rabu, 8 April 2026

USAID Kolaborasi

USAID Gelar Talkshow Kehadiran Otsus di papua, Ini Kata Nara Sumber

Selama ini pemerintah daerah kurang berkolaborasi dengan lembaga yayasan dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat.

Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
Talkshow dan deklarasi Komitmen Kemitraan Multipihak bidang Kesehatan Provinsi Papua, di Kantor Bapeda Papua, Selasa, (24/10/2023). 

Laporan Wartawan, Tribun-Papua.com Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ikut terlibat dalam Talkshow dan deklarasi Komitmen Kemitraan Multipihak bidang Kesehatan Provinsi Papua, pemerintah apresiasi kegiatan dan rencana program USAID kolaboration. 

Kegiatan yang menghadirkan pemateri Kepala Bapeda, USAID,  Tokoh Kesehatan Costant Karma, dan perwakilan Bank Papua itu, membahas soal kehadiran Otsus di Papua baik melalui UU Otsus Tahun 2021 dan UU Otsus Ke II Tahun 2021 dan bagaimana implementasinya.

Baca juga: Fene Randa: USAID Kolaborasi Komitmen Pelayanan Kesehatan Seutuhnya Bagi OAP di Masa Otsus

Kepala Badan Perencanaan Daerah, (Bappeda) Yohanes Walilo dalam acara itu, memberikan apresiasi kepada USAID yang telah menggelar kegiatan tersebut dan berkomitmen untuk melibatkan semua stakeholder memfokuskan diri memperhatikan kesehatan di Papua.

"Kami sebagai pemerintah daerah memberikan apresiasi Apa yang dilakukan oleh USAID Kolaboration untuk menyatukan stakeholder dalam meningkatkan pelayanan tata kelola pemerintahan dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan di Papua," katanya, Selasa (24/10/2023).

 

 

Meski demikian, ia juga mengaku, selama ini pemerintah daerah kurang berkolaborasi dengan lembaga yayasan dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat.

"Meski begitu kami pemerintah mengakui bahwa hingga saat ini Pemerintah jalan sendiri lembaga Yayasan jalan sendiri padahal ada beberapa hal lain yang harus kami selesaikan bersama demi kepentingan masyarakat maka hal ini menjadi perhatian kita ke depan bersama," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada semua pemerintah daerah dapat mendukung kegiatan yang dilakukan dalam mengatasi persoalan masalah kesehatan di Papua.

Baca juga: Gandeng Pemprov Papua dan Stakeholder, USAID Kolaborasi Deklarasi Komitmen

"Kebanyakan mereka sampaikan bahwa kami Papua gagal dalam penerapan outsus tetapi untuk kesehatan kami sampaikan bahwa kami pemerintah sudah bekerja, tetapi ada perbedaan kebiasaan masyarakat yang meminta uang secara cash ketimbang program dan ini menjadi kebiasaan masyarakat yang perlu kita sosialisasi bersama," katanya.

Sementara itu, pemateri lain, tokoh kesehatan Papua, Costan Karma mengatakan, dalam mengatasi persoalan kesehatan di Provinsi Papua diperlukan keterlibatan seluruh pihak baik dari gereja tokoh masyarakat dan juga lembaga lainnya karena mereka mempunyai masyarakat dan wilayah.

"Dalam menjalankan program kerja ini dengan melibatkan multistakeholder perlu juga dilibatkan toko gereja karena mereka memiliki Jemaat toko adat karena mereka memiliki masyarakat dan juga lembaga lainnya sehingga benar-benar tersampaikan apa yang menjadi pikiran bersama," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved