Info Papua Selatan
Pemuda Papua Selatan Menuju ‘Global Citizenship’
Tika, sapaan akrabnya mengatakan, acara yang dipersiapkan selama satu bulan dengan dukungan dari Bank Papua.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
“Ini bukan kegiatan kepemimpinan yang konvensional, tapi ini adalah ajakan dan pendidikan kepada pemuda Papua Selatan untuk memiliki logika berpikir kritis, teknik lobby, diplomasi, dan lain-lain dari narasumber yang hebat.”
“Beruntunglah peserta untuk mendapatkan banyak hal disini,” sambung Daniel sembari meyakinkan bahwa acara ini bukan untuk yang pertama.
“Akan ada project berikutnya yang tidak hanya di Provinsi, tapi semua kabupaten di Papua Selatan. Semua anak-anak di Papua punya potensi yang sama,” tegasnya.
Sementara dua pembicara yang lain, Muhsin Syihab dan Swary Utami Dewi secara serempak memperkenalkan dirinya sebagai anak kampung yang bisa memberikan kontribusinya pada negara.
“Saya lahir dan besar dari kampung kecil di Sumenep-Madura yang kondisinya seperti Merauke. Tapi saya bisa menempuh pendidikan ke UGM-Jogja, lanjut ke Jepang dan Oxford University di Inggris. Ini saya sampaikan untuk memberikan semangat kepada adik-adik bahwa kita itu semua sama dan bisa kalau mau berjuang untuk mencapai cita-cita,” kata Muhsin yang pernah menjadi Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar Indonesia Untuk Dewan Keamanan PBB (2019-2020).
Baca juga: Beasiswa Australia Awards Resmi Dibuka, Pemuda Papua di Kota Jayapura Antusias Ikut Sosialisasi
Senada dengan Muhsin, Tami, demikian Swary Utami akrab disapa menyampaikan bahwa dirinya berasal dari suku dayak di Kalimantan Tengah.
Namun, karena adanya kemauan ia bisa tembus kuliah di UI dan Monash University-Australia.
“Saya selalu meyakinkan anak daerah untuk mau berjuang. Saya yakin adik-adik di Papua Selatan juga mampu berkontribusi bagi dunia,” kata Tami dihadapan sekitar 200 peserta.
Bangga dengan Diplomasi Indonesia
Dalam pemaparannya, Muhsin menyampaikan pentingnya mengenal diplomasi yang bisa dilakukan oleh semua pihak.
“Seniman, olahragawan, pelaku bisnis, politisi bisa melakukan aktivitas diplomasi. Para pemuda seperti Anda pun bisa melakukan hal yang sama,” kata Mushin.
Dikatakan, Indonesia punya modal diplomasi yang sangat besar dari dulu hingga saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/26102023-Global_Citizenship-1.jpg)