ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Papua Barat

Tokoh Papua Ini Kecam Ucapan Rasis Letkol Tamami ke Prajurit OAP: Panglima TNI Diminta Bertindak

Praka DRB tak terima ucapan korban terhadap dirinya saat apel personel. Korban saat memberikan pengarahan mengeluarkan ucapan rasisme dengan simbolik

|
Tribun-Papua.com/Istimewa
Sosok Letkol Inf Tamami, Komandan TNI sekaligus mantan Komandan Yonif 763/SB yang kepalanya dibacok oleh anggota TNI AD di Manokwari bernama Praka Dirk Rian Bayoa (DRB). 

"Apalagi diskriminasi rasial terhadap para prajurit TNI Orang Asli Papua (OAP) dalam arti yang seluas-luasnya," kata Yan.

Hal ini ia tegaskan karena ada dasar hukumnya, yaitu Undang Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Diskriminasi ras dan etnis serta Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

Kapendam XVIII Kasuari Kolonel Inf Syawaluddin mengatakan, pelaku penganiayaan terhadap Letkol INF T sedang diperiksa.

"Pelaku penganiayaan sedang mejalani pemeriksaan di Polisi Militer POM Kodam Kasuari," kata Kolonel Inf Syawaluddin.

Sementara itu korban pembacokan, Kapendam menyebut sedang menjalani perawatan medis.

"Ada luka di bagian belakang kepala sebelah kanan dengan 12 jahitan akibat terkena parang," katanya.

Kapendam membantah adanya pernyataan rasisme seperti video yang tersebar di sosial media.

Syawaluddin menegaskan bahwa video tersebut sudah diedit pihak-pihak tertentu.

Baca juga: Komandan Secata Rindam Kasuari Ditikam Prajurit OAP, Tokoh Papua Kecam Ucapan Rasis Letkol Tamami

Sebelumnya, Kapendam menegaskan pembacokan yang dilakukan prajurit TNI berpangkat Pratu terhadap Dansecata Rindambkasuari Letkol T itu berawal dari dendam.

Sekitar pekan lalu terjadi pemalakan yang dilakukan masyarakat terhadap Pratu, lalu ia mengambil tindakan mengakibatkan denda dari keluarga yang sudah diselesaikan oleh Danrindam Kasuari.

"Danrindam Kasuari sudah menyelesaikan masalah denda namun diungkit kembali oleh Dansecata saat apel pada Sabtu (21/10) pagi," ucapnya.

RASISME - Perwira TNI korban pembacokan saat memimpin apel di Rindam (21/10) pagi. (Tangkapan layar video perwira TNI yang viral )
RASISME - Perwira TNI korban pembacokan saat memimpin apel di Rindam (21/10) pagi. (Tangkapan layar video perwira TNI yang viral ) (Tribun-Papua.com/istimewa)

Kronologi pembacokan

Tindakan Insubordinasi terjadi di Rindam XVIII Kasuari bermula dari gelar apel pagi personel organik Secata yang dipimpin Mayor Inf Dillo di depan Satdik Secata Rindam XVIII/Kasuari.

Apel sekaligus pengecekan personel untuk persiapan korve kesiapan penerimaan siswa Secata PK Reguler TNI-AD Gel II TA 2023.

Dalam video, menunjukkan Letkol Inf Tamami mengeluarkan kata-kata tak pantas saat memberikan briefing ke anggotanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved