Kamis, 14 Mei 2026

Papua Terkini

MAHASISWA PAPUA dan Ancaman Kematian HIV-AIDS, Ini Penjelasan Marinus Yaung

Di antara lima perempuan ODHA tersebut, kata Marinus, ada empat perempuan yang sudah memiliki langganan banyak mahasiswa Papua.

Tayang:
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI - Kehidupan sex bebas di saat ini begitu beresiko bagi sejumlah mahasiswa Papua dan bisa memberikan ancaman serius hingga kematian karena HIV-AIDS. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kehidupan sex bebas di saat ini begitu beresiko bagi sejumlah mahasiswa Papua dan bisa memberikan ancaman serius hingga kematian karena HIV-AIDS.

Hal ini dikatakan, dosen Universitas Cenderawasih yang juga mengambil bagian dalam pelayanan untuk melayani mahasiswa itu mengatakan, dampak HIV-AIDS sangat berbahaya bagi anak muda Papua.

Baca juga: Triwarno Purnomo: Penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura Perlu Keterlibatan Semua Pihak

Ia mengatakan, sebagai bentuk pergumulannya menjelang perayaan Natal 2023, agar semua keluarga di Papua, yang sekolahkan anak-anak kalian di luar Papua, harus diawasi dan dikontrol kehidupan mereka dalam doa dan nasehat.

Dikatakan, dirinya dan istri sejak bulan Juni 2023, melayani dan merawat lima orang perempuan yang terinfeksi AIDS.

 

 

"Karena status mereka adalah ibu dengan anak-anak yang masih kecil dan masih usia sekolah, kami melayani mereka dengan doa dan terapi makanan kesehatan AFC Sob Subarasih dan Utsukishhii," kata kepada Tribun-Papua.com.

Kata Marinus, dirinya berupaya menasehati mereka untuk merubah pola hidup dengan menerapkan pola hidup sehat.

Di antara lima perempuan ODHA tersebut, kata Marinus, ada empat perempuan yang sudah memiliki langganan banyak mahasiswa Papua.

Baca juga: 709 Warga Papua Pegunungan Meninggal Akibat HIV/AIDS, 9.923 Orang Terinfeksi: Akademisi Anjurkan Ini

"Ambon dan NTT, dua perempuan di Yogyakarta, dan duanya lagi di Jakarta, saya ketika melihat nomor telpon dan foto profil orang-orang dari Papua, NTT, dan Ambon tersebut di handphone ke empat ibu muda ini, ada beberapa mahasiswa Papua dan NTT yang pernah saya dengar nama mereka," katanya.

Ia mengaku sedih dan kepikiran tentang keadaan nasib mereka. Apakah saat ini mereka masih hidup, masih sehat atau sedang sakit atau sudah meninggal, selalu pikiran itu terlintas di benak dinya.

"Keempat ibu yang terinfeksi AIDS ini, kondisi kesehatan mereka waktu kami bertemu Juni 2023 lalu, sangat memburuk. Di bagian organ vital mereka sudah luka dan tumbuh jamur,” ujarnya.

Ia mengaku, cukup ngeri dan merasa aneh, karena banyak langganan keempat ibu muda ini, suka berhubungan sex dari lubang anusnya.

Baca juga: Marinus Yaung: Bupati se-Papua Harus Bangun Rumah Sakit Khusus TB Paru dan HIV-AIDS

" Istri saya cerita kepada saya bahwa, kurang lebih 20 tahun lalu dia terlibat dalam pelayanan orang - orang dengan HIV-AIDS di Yogyakarta, kasus hubungan sex melalui lubang anus atau dubur itu sudah sering terjadi dan menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar penyebaran AIDS di kalangan para petualang sex bebas," ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved