Festival Noken Papua
HARI INI Festival Noken Dibuka: Temukan Beragam Noken dari Tanah Papua di PYCH
Unesco telah menetapkan Noken sebagai warisan dunia tak benda. Sejak saat itu, dan setiap 4 Desember diperingati sebagai Hari Noken Sedunia.
Penulis: M Choiruman | Editor: Roy Ratumakin
Menurutnya, Festival Noken kali ini, tak hanya seremoni dan moment memperingati Hari Noken Sedunia, namun akan semakin mengenalkan kerajinan tangan Mama-mama Papua ke masyarakat luar.
“Kami sangat senang dan mendukung sekali kegiatan ini. Karena acara ini dilakukan media yang memiliki jaringan, tentu gaungnya semakin besar dan Noken semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Apalagi berbicara noken tidak hanya soal kerajinan tangan. Namun banyak pelajaran dan filosofi yang terkandung di noken itu sendiri.
Bahkan, noken itu sangat mencerminkan asal-usulnya. Artinya, masing-masing daerah atau wilayah di Papua ini, noken yang dibikin itu memiliki ciri khasnya masing-masing.
“Dari noken yang dipakai itu kita bisa tahu yang bersangkutan dari daerah mana. Karena noken dari wilayah Papua yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda,” paparnya yang diamini mama Merry Dogopia.
Masih menurut Erik Ohee, cerminan atau ciri khas noken itu berasal dari bahan dasarnya. Karena bahan dasar pembuatan noken itu antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda.
Hal itu dilakukan masyarakat setempat karena ketersediaan bahan yang ada di daerah tersebut untuk membuat rajutan Noken.
“Misal noken dari Biak bahan dasarnya anggrek, karena daerah itu banyak ditemukan anggrek. Begitu juga daerah lain yang memakai bahan dasar kulit kayu, karena daerahnya banyak bahan dasar tersebut,” terangnya.
Baca juga: MERIAH, Warga Kota Jayapura Penuhi Pembukaan Festival Noken dan Baku Timba Fest
Sementara itu, GM Bisnis Tribun-Papua.com, Marina Napitupulu mengatakan, Festival Noken kali ini selain untuk mengangkat dan semakin menggaungkan Noken ke luar daerah, juga bagian dari kegiatan idialis sebagai perusahaan media.
“Kami hadir di Papua, sehingga punya tugas dan tanggung jawab juga mengakomodir dan memberi ruang l khususnya para pengerajin noken ini agar semakin dikenal. Apalagi Unesco juga sudah mengakui kerajinan tangan dari Tanah Papua ini,” ujarnya.
Diharapkan, pada gelaran mendatang akan semakin lebih besar dan semarak lagi dengan melibatkan mama-mama perajin noken dalam jumlah lebih banyak lagi.
Baca juga: Festival Noken Papua Lahir dari Diskusi Ringan, Choiruman: Kolaborasi Sangat Ampuh
Sementara itu, kegiatan semakin penuh makna dengan hadirnya Penjabat Wali Kota Jayapura, DR Frans Pekey, Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Victor D Makcbon, GM Papua Youth Creative Hub, Andi Setiabudi, Perwakilan PT Freeport Indonesia, Frans Womaling.
Kemudian hadir juga, Kepala UPTD Museum Noken Papua, Erik Ohee, GM Bisnis Tribun-Papua.com, Marina Napitupulu, Founder Baku Timba, Octow Masker Womaly dan para pimpinan lembaga, instansi di Papua yang mendukung Festival Noken. (*)
Tribun-Papua.com
Festival Noken Papua
noken
Papua Youth Creative Hub (PYCH)
Frans Pekey
Octow Entertainment
Hari Noken Sedunia
Baku Timba Fest
Maickel Karundeng
UPTD Museum Noken
Erik Ohee
Merry Dogopia
Marina Napitupulu
UNESCO
BERITA FOTO: PT Freeport Indonesia Hadirkan Amungme Gold Coffee Saat Festival Noken Papua |
![]() |
---|
Yohanes Walilo: Terima kasih dan Sampai Bertemu di Festival Noken Tahun Depan |
![]() |
---|
Tutup Festival Noken Papua di PYCH, Pj Gubernur Ridwan Rumasukun Borong Noken dan Kuliner UMKM |
![]() |
---|
Pedagang Mainan Anak Kecipratan Rejeki di Festival Noken Papua, Pujiono: Kalau Bisa Digelar Lagi |
![]() |
---|
Pemprov Papua Apresiasi Festival Noken Papua, Yohanes Walilo Terpukau oleh Mama Meri Dogopia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.