Selasa, 28 April 2026

Info Merauke

ADA KORUPSI Dibalik Rusaknya Kabel Optik Merauke? Nikolaus: Saya Minta Jaksa Periksa Ini

Era Digitalisasi saat ini, hampir semua roda penggerak perekonomian masyarakat Papua Sekatan tidak dapat terlepas dari peran jaringan Internet

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Yulianus Bwariat
Sejumlah wartawan saat melakukan demo damai terkait degradasinya jaringan internet di Kantor Telkom Merauke beberapa hari lalu. Bentuk kekeccewaan tersebut disimboli dengan penyerahan krans buka ucapan duka cita. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat

TRIBUN-PAPUA.COM,  MERAUKE - Staf Ahli Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Nikolaus Kondomo, melihat bahwa fenomena kerusakan kabel optik yang setiap tahun menimpa Kabupaten Merauke, memberikan dampak yang buruk bagi kemajuan masyarakat Papua Selatan.

Baca juga: Kabel Optik Telkom Merauke Sengaja Dirusak? Basuki: Murni Force Majeure

"Kita tidak tau apa sebenarnya terjadi dibalik gangguan kabel Optik yang terjadi hampir setiap tahun, kalau kita katakan ada indikasi kesengajaan untuk Merauke, nanti salah juga karena belum ada bukti, sehingga saya sudah perintahkan LO saya pak Fianto, untuk segera melihat apa yang sebenarnya terjadi," ucap Nikolaus kepada wartawan di Swiss-Belhotel Merauke, Rabu (10/1/2023).

 

 

Menurut Nikolaus, langkah yang diambilnya itu harus dilakukan demi kemajuan daerah dan masyarakat Provinsi Papua Selatan.

Diakui, di masa era Digitalisasi saat ini, hampir semua roda penggerak perekonomian masyarakat Papua Sekatan tidak dapat terlepas dari peran jaringan Internet.

"Jaman sekarang kita tidak dapat bergerak maksimal tanpa Informasi Teknologi, kalau internet tidak berfungsi bagaimana kita mau bekerja secara baik, makanya saya meminta pak Fianto coba melihat hal ini dengan serius," terangnya.

Baca juga: KERUSAKAN KABEL OPTIK di Merauke, Telkom: Penyebabnya Belum Diketahui!

Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa jaksa atas perintah Nikolaus Kondomo, hasil dari penelitian itu bakal diumumkan ke muka publik agar menjadi informasi penting bagi masyarakat dan tidak menjadi bola liar.

"Saya telah meminta kepada beberapa jaksa untuk segera tindak lanjuti hal ini, apakah hasilnya itu Force majeure,  atau kesengajaan,  atau ada permainan korupsi disitu,  nanti akan disampaikan."

"Langkah ini harus dilakukan karena masyarakat juga punya hak untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan kehadiran Jaksa juga dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.  (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved