Sejarah
ABEPURA: Hollandia-Binnen
NibiAbei dirubah namanya menjadi Kota Baru (sekarang Abepura). Tahun 1946-1951 pusat pemerintahan dipindahkan ke Kota Baru.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
TRIBUN-PAPUA.COM - Abepura dahulu bernama Hollandia-Binnen, dan sempat menjadi pusat pemerintahan Belanda di Pulau Papua. Kata "Abepura" berasal dari singkatan Hollandia-Binnen (HB, dilafalkan "habe").
Sejarah kota Jayapura bermula dengan pembukaan pos pemerintahan di Pulau Debi yang berfungsi sebagai Pusat Pengabaran Injil antara Tahun 1900-1910. Pada tahun 1909 berdasarkan Surat Keputusan (Besluit) Gubernur Hindia Belanda No. 4 Tahun 1909 tertanggal 28 Agustus 1909 yang berisikan perintah untuk membantu persiapan bagi Komisi Pengaturan Perbatasan Antara Belanda dengan Jerman dalam upaya memegang kendali kekuasaan disana maka berangkatlah satu Detasemen Militer yang dipimpinan Kapten Infantri F.J.P. Sachese.
Baca juga: KOLONIALISME di Papua
Setelah sebulan mereka berhasil mendarat di Teluk Numbay (pesisir Kota Jayapura).
Kemudian tanggal 7 Maret 1910 Kapten F.J.P. Sachese memproklamirkan Dataran Numbay dengan sebutan Hollandia dan dijadikan sebagai ibu kota pemerintahan, tahun 1942 tentara Japang berhasil mendarat dan menguasai Tanah Papua sampai akhir tahun 1944 Belanda kembali menguasai Tanah Papua dan memindahkan Ibu Kota ke daratan Makanwai yang merupakan Ibu Kota Keresidenan New Guinea, kemudian pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Nibi-Abei pada bulan Maret 1946 yang merupakan komplek Rumah Sakit Armada ke VII.
NibiAbei dirubah namanya menjadi Kota Baru (sekarang Abepura). Tahun 1946-1951 pusat pemerintahan dipindahkan ke Kota Baru menyebabkan Gedung Markas Besar dan kediaman Jendral Mac Arthur turut dipindahkan.
Pada tahun 1951-1955, nama kota baru diganti namanya menjadi Hollandia Stad.
Tahun berikutnya nama Kota Hollandia Stad diganti kembali namanya menjadi Hollandia Binnen, dan merupakan tonggak awal berdirnya kota Jayapura dengan ibu kota sementara di Abepura.
Baca juga: Konferensi Meja Bundar Jadi Awal Mula Berdirinya Irian Barat
Tahun 1958 Ibu Kota Hollandia Binnen dipindahkan lagi ke Pantai Teluk Numbay/Humbolt (Hollandia Haven) dan dibangun pula Kantor Gubernur beserta kantor-kantor Dinas di Dok II yang selanjutnya menjadi ibukota pemerintahan yang diberi nama Hollandia.
Pada tanggal 31 Desember 1962 Nama ibukota pemerintahan Hollandia diganti menjadi Kota Baru.
Tanggal 31 Desember 1963 untuk pertama kalinya Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno mengunjungi Tanah Papua dan mengganti nama Kota Baru menjadi Soekarnopura dan Teluk Hubolt menjadi Teluk Yos Sudarso.
Tahun 1965 nama Kota Soekarnopura dirubah menjadi nama kota Djajapura.
Baca juga: SEJARAH dan Arti Kata Keerom Menurut Frankenmolen
Tahun 1969 ditetapkan pembentukan Kabupaten Jayapura sebagai Daerah Otonomi dengan Ibu Kota Jayapura berdasarkan Undang-undang No.12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat.
10 tahun setelah pembentukan daerah otonomi dengan ibu kota Jayapura, tepatnya tahun 1979 Kabupaten Jayapura dimekarkan dan memiliki Kota Administratif Jayapura yang dikukuhkan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 26 Tahun 1979 tertanggal 28 Agustus 1979 dengan wilayah yang meliputi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Jayapura Utara dan Kecamatan Jayapura Selatan. (*)
| Oemar Gatab: Sang Penjaga Senyap di Balik Tegaknya Intelijen Kepolisian |
|
|---|
| Demam Emas California: Kisah di Balik Penemuan Emas pada 24 Januari 1848 |
|
|---|
| 19 Januari: Perayaan Unik dari Salju hingga Rasa |
|
|---|
| KISAH Martha Christina Tiahahu: Srikandi Maluku yang Mengukir Sejarah dengan Darah dan Air Mata |
|
|---|
| Jejak Kemanusiaan Komodor Yos Sudarso: Ketika Kepahlawanan Berpadu dengan Welas Asih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/12012024-Kota_Abepura_jaman_Dulu.jpg)