Doa Katolik
Cara Berdoa Rosario Umat Katolik - Bagian 2
Doa Rosario bersifat injili, berpusat pada Kristus, dan kedua puluh Peristiwa di dalamnya mencerminkan kehidupan Yesus Kristus.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
TRIBUN-PAPUA.COM - Doa Rosario bersifat injili, berpusat pada Kristus, dan kedua puluh Peristiwa di dalamnya mencerminkan kehidupan Yesus Kristus.
Doa Rosario memberikan pengharapan di kala hidup terasa begitu berat.
Baca juga: DOA ROSARIO: Susunan Menggunakan Kalung dari Awal Hingga Akhir
Dekade Kedua
1. Permaklumkan Peristiwa yang kedua
Sekali lagi, pilihlah Peristiwa yang sesuai dengan harinya dari pilihan berikut:
- Peristiwa Gembira yang kedua: Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Lukas 1:39-56)
- Peristiwa Terang yang kedua: Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta perkawinan di Kana (Yohanes 2:1-11)
- Peristiwa Sedih yang kedua: Yesus didera (Matius 27:26)
- Peristiwa Mulia yang kedua: Yesus naik ke surga (Lukas 24:36-53).
2. Pada manik besar yang terpisah, doakan doa Bapa Kami
Apakah Anda mulai melihat polanya? Di samping bagian pembukaan dan penutupan, polanya tetap sama.
Manik besar melambangkan doa Bapa Kami, manik kecil melambangkan doa Salam Maria, dan pada setiap akhir rangkaian dekade (10 Salam Maria) adalah doa Kemuliaan, dan Doa Fatima jika diinginkan.
3. Doakan dekade kedua
Yaitu sepuluh kali lagi doa Salam Maria, satu kali untuk setiap manik.
4. Akhiri dekade kedua dengan Doa Kemuliaan, dan jika diinginkan Doa Fatima dapat didoakan pada bagian ini
Baca juga: MAKNA Doa Rosario untuk Umat Katolik
Dekade Ketiga
1. Permaklumkan Peristiwa yang ketiga
Sekali lagi, pilihlah peristiwa yang berbeda sesuai dengan harinya. Pilih salah satu dari alternatif berikut:
Peristiwa Gembira yang ketiga: Yesus dilahirkan di Bethlehem (Lukas 2:1-21)
Peristiwa Terang yang ketiga: Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Markus 1:14-15)
Peristiwa Sedih yang ketiga: Yesus dimahkotai duri (Matius 27:27-31)
Peristiwa Mulia yang ketiga: Roh Kudus turun atas Para Rasul (Kisah Para Rasul 2:1-41)
2. Doakan Bapa Kami pada manik besar pertama dekade ini
Usahakan tetap menjaga suasana penuh perenungan, meskipun doa yang sama diucapkan berulang-ulang. Berkonsentrasi pada intensi doa akan sangat membantu. Apakah Anda berdoa untuk seorang teman yang sakit? Untuk memohon kekuatan? Renungkan pula intensi Anda sendiri.
3. Doakan sepuluh Salam Maria berikutnya
Setiap menyelesaikan satu doa, berpindahlah ke manik berikutnya. Anda sudah separuh jalan! Jika Anda tidak memiliki kalung Rosario, jumlah jari Anda kebetulan sekali sama dengan jumlah doa yang harus diucapkan.
4. Akhiri dekade ini dengan doa Kemuliaan
Dan apa selanjutnya? Benar sekali, doa Fatima yang opsional. Paus Pius XII adalah orang yang pertama kali mulai menggunakannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/11012024-Doa_Rosario.jpg)