ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Papua

RPJPD Papua Harus Ada Hasil Riset SDA dan SDM

Hasan Nunsi menuturkan, perlu ada kajian akademisi di semua sektor pembangunan di Provinsi Papua.

Tribun-Papua.com/ Noel
Suasana Konsultasi Publik rencana awal, penyusunan RPJPB Provinsi Papua tahun 2025 - 2045 di Hotel Aston, Selasa, (30/1/2024). 

Laporan: Tribun-papua.com/Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPUA - Kepala Bapeda Supiori Hasan Nunsi mengatakan bahwa untuk membicarakan Papua 20 tahun ke depan harus melakukan riset potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Hal itu dikatakannya pada acara  Konsultasi Publik rencana awal, Penyusunan RPJPB Provinsi Papua tahun 2025 - 2045.

Hasan Nunsi menuturkan, perlu ada kajian akademisi di semua sektor pembangunan di Provinsi Papua.

Hal ini lantaran banyak sekali potensi yang ada di Papua berlum terdata baik dan potensinya belum di angka.

"Seperti kita lihat kita punya kajian akademis potensi tambang di Papua, tapi kenapa untuk berbicara macam SDM di sekolah tidak ada,"terangnya.

Baca juga: Pemprov Gelar Konsultasi Publik Penyusunan RPJPD Provinsi Papua 2025-2045 

Dalam pembahassn RPJPD Papua  juga harus di bicarakan potensi SDM dengan kajian dari dasar sampai perguruan tinggi

"Harus buat kajian berapa kebutuhan SDM kita, dan berpa jumlah usia sekolah anak- anak Papua 20 Tahun kedepan SDM kita itu di arahkan kemana, sehingga ini bisa di kawal," jelasnya.

Ia mengatakan, harusnya ada pengelolaan potensi SDM secara baik  dengan membuat kajian secara akademisi karena banyak SDM Papua yang tidak di kembakan karena salah sasaran pembangunan.

"Pontensi kita tidak kembangkan," ujarnya.

Ia menyarakan perlu ada penguatan kapasitas  Sekolah Kejuaraan agar ada muatan lokal dari SMP dan ketika SMA siswa bisa fokus ke sekolah kejuruan dan mereka bisa di arahkan ke ekonomi kraktif dan pengembangan industri.

"Maka RPJM ini harus di akselerasikan SMA dibiaskaan harus suda sering di laboratoriusm bagi siswa fisika dan biaologi".

"Prpgram soal  kesehatan juga harus pertajam riset karena potensi masing masing kabupaten harus di ketahui, baik itu malaria atau jemis obat alami yang ada, Harus ada riset, maka saya sampaikan untuk 20 tahun kedepan harus suptansi ke depan, Kita kerja jangan didikte kita harus punya argumen  yang kuat,"timpalnya. (*).
 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved